Aside

Kerajaan mBuruhisme

oleh : Em Amir Nihat Di kerajaan mburuhisme, ramai orang-orang membahas titah raja tentang pasap 78 2015, ini bukan tentang pasal perpu 78 2015 versi Indonesia lho, ini hanya cara pandang lain tentang perpu zaman dahulu. Di kerajaan itu memang mayoritas buruhnya hampir 95%. Buruh itu apa sih ? Kerajaan mburuhisme memang rumit karena ternyata … Lanjutkan membaca Kerajaan mBuruhisme

Juminten Nangis Di Depan Toko

oleh : Em Amir Nihat Di depan warung toko, Prokul bertemu Juminten. Tetapi tiba-tiba Juminten menangis sendiri. Prokul pun memanfaatkan momen terbaik ini untuk sok perduli gitu ( modus ). Prokul : Jum, jangan nangis dong... Ada masalah apa, barangkali saya dapat bantu Jum... Juminten : Huhuhu ( masih nangis ) Prokul : Gara-gara bawa … Lanjutkan membaca Juminten Nangis Di Depan Toko

Pak Tani Tidak Butuh Ucapan Selamat

oleh : Em Amir Nihat Mata kananku melihat selamat hari tani disana Mata kiriku memandang pak tani yang masih sama Ada apa dengan petani-petaniku ? Apakah kami cuman agenda pasar politik yang disuruh berjamaah pada kesederhanaan Kalian rampok lahan-lahan tanah dengan pabrik keserakahan Doktrin kemajuan jaman atau kemunduran kemanusiaan Kalian makan jerih payah petani dengan … Lanjutkan membaca Pak Tani Tidak Butuh Ucapan Selamat

Menghapus Luka Rohingnya

oleh : Em Amir Nihat Tangis anak-anak Rohingnya kian hari kian memecah cakrawala Kesederhanaan mereka pada dunia harus dibalas dengan kobaran api dan jeritan luka disana sini Dimanakah PBB yang katanya Pengayom bumi ? Dimanakah Amerika, Cina atau Kapitalis yang akan mengusik tempat mereka ? Lagi-lagi mereka tutup mata tanpa merasa berdosa Demi kapitalisme mereka … Lanjutkan membaca Menghapus Luka Rohingnya