Surat ke-2 : Seribu Puisi Kalah dengan Satu Pernyataan

oleh : Em Amir Nihat Jika batas adalah akal maka hilangkanlah akalmu dan gunakanlah hati nuranimu. Mengapa masalah begitu berat? Sebab akal menyetujui hal itu berat. Bagaimana kalau kita panggil saja hati nurani untuk menampung masalah yang terlanjur berkelit ini. Awas saja ya, jika hati masih kalah dengan otak. Otak masih kalah dengan otot. Otot … Lanjutkan membaca Surat ke-2 : Seribu Puisi Kalah dengan Satu Pernyataan

Iklan

Surat ke-1 : Ambang Batas

oleh : Em Amir Nihat Selamat malam, izinkan aku membasuh luka dengan untaian doa dan biarkan saja aku terjerembab ke dalam duniamu sekali lagi. Sampai aku merapal mantra langit agar kelak kasihku menjadi kisahmu. Air mata hati lebih dahsyat gelombangnya dibandingkan sendu setetes mata indra, lalu pantaskah aku tampakan resahku sedangkan dalam detak jantungku engkau … Lanjutkan membaca Surat ke-1 : Ambang Batas

Jalan Ketenangan

oleh : Em Amir Nihat Dengarkanlah nyanyian bising dari musuh-musuhmu yang membicarakan tentang kumpulan aibmu lalu ubahlah nyanyian bising itu menjadi suara merdu perbaikan diri sebab bisa jadi Suara Tuhan sedang menyapamu Dengarkanlah suara cerita dari orang lain sebab pendengar baiklah yang akhirnya mengambil banyak pelajaran dan suaranya sangat merdu untuk didengar balik Dengarkanlah suara … Lanjutkan membaca Jalan Ketenangan

RKB 28 : Penyesalan Taruh di Awal

oleh : Em Amir Nihat Malam hari di Kampung Secadepa kini terang benderang. Lampu kerlap kerlip dimana-mana. Nikmat lampu dirasakan namun jarang yang mau difikirkan. Dan mati lampu adalah kondisi dimana nikmat lampu begitu diinginkan. "Jarak ke masjid tidak terletak pada jumlah meter tetapi jumlah rasa cinta pada masjid, kuncinya adalah apakah masjid ada di … Lanjutkan membaca RKB 28 : Penyesalan Taruh di Awal

Apakah Aku Ini Benar-Benar Manusia ?

oleh : Em Amir Nihat Manusia mengendalikan alat atau alatkah yang sebenarnya mengendalikan manusia? Cobalah bertanya pada motor, handphone, atm, laptop, dan lain sebagainya Manusia mencari kerja atau kerjaanlah yang sebenarnya mengerjai manusia? Cobalah bertanya pada jam tangan apakah bisa memilah kewajiban dan kebajikan Manusia memiliki pengetahuan atau pengetahuanlah yang sebenarnya memiliki manusia? Cobalah bertanya … Lanjutkan membaca Apakah Aku Ini Benar-Benar Manusia ?

Hikayat Cinta Mustava

Oleh : Em Amir Nihat "Seringkali berharganya waktu justru dirasakan ketika waktu itu telah hilang dan menjadi kenangan. Alangkah beruntungnya wahai pecinta yang bisa bahagia setiap masanya alangkah menyesalnya jiwa-jiwa yang meninggalkan waktu pada saat bercahaya sedangkan ketika redup malah dicari. Sungguh menggelikan! Cahaya lampu hanya bisa diingat justru saat keadaan mati lampu." Dari bilik … Lanjutkan membaca Hikayat Cinta Mustava