Kategori: Esai-Esai

Fenomena saling Kritik para Pendakwah

oleh : Em Amir Nihat Fenomena saling mengritik dan memberi saran pada seseorang apalagi jika seseorang itu ditokohkan justru sangat bagus karena umat akan lebih teliti dan banyak sudut pandangnya. Artinya hal itu akan mendewasakan umat dan mencerdaskan umat. Tentu ini menjadi nilai plus. Namun jika rasional keilmuannya dihilangkan dan dikembalikan ke subjektivitas golongan maka … Lanjutkan membaca Fenomena saling Kritik para Pendakwah

Surat Kecil dari Sahabat ( Jangan takut dengan terbenam karena terbit pasti akan datang )

oleh : Em Amir Nihat Liburan panjang telah tiba dan entah sampai kapan pandemi ini akan usai. Orang – orang seolah tak perduli. Tidak memakai masker saat keluar rumah, tidak jaga jarak dan juga mungkin saja tidak cuci tangan. Ah! Aku sebenarnya muak akan kelakuan macam itu , Arindi. Bukankah dari dulu memang orang kita … Lanjutkan membaca Surat Kecil dari Sahabat ( Jangan takut dengan terbenam karena terbit pasti akan datang )

Nasihat Bapak kepada Anaknya tentang Jodoh dan Menikah ( tentang berbakti pada suami dan orangtua )

oleh : Em Amir Nihat Kemarin malam, Teman lama berkunjung ke kompleks kosan saya. Kebetulan saya sedang beraktifitas sepedaan sehingga saya tidak bisa bertemu dia. Yang menemui adalah sahabat saya ( tetangga kos ) , karena posisinya kemarin malam masih berada di kos. “Saya minta tolong, transferkan uang ke ibu saya. Ini ada uang tiga … Lanjutkan membaca Nasihat Bapak kepada Anaknya tentang Jodoh dan Menikah ( tentang berbakti pada suami dan orangtua )

Sajak Sepeda

Bersepeda memeras keringat Membawaku teringat pada gadis sepeda jengki hitam. Indah dan menawan. Aku mengayuh sepedaku tipis-tipis, hadir pula senyumannya yang manis Kemudian aku mengerem sepedaku sedangkan dia malah mengerem cintaku ( EM AMIR NIHAT, Juni 2020 )

Matinya Kepakaran dan Menghidupkan Kegotongroyongan yang Baru

oleh : Em Amir Nihat Media sosial membuka ruang untuk komunikasi / mengeluarkan pendapat / ide dan gagasan namun jika ide / gagasan itu ditegaskan hanya pada populuritas seseorang maka dengan sendirinya membentuk hilangnya kepakaran. Peribahasanya "Belajar berenang kepada burung". Padahal kepakaran itu dibentuk dengan pembelajaran bertahun-tahun dan tentu dibutuhkan guru yang juga ahli di … Lanjutkan membaca Matinya Kepakaran dan Menghidupkan Kegotongroyongan yang Baru

Bersih – Bersih Media Sosial dari sampah buzzer

oleh : Em Amir Nihat Bisakah kita sekarang berdunia maya tanpa takut ada buzzer? Bagaimana caranya supaya buzzer hilang? Bagaimana kita melawan buzzer? Buzzer adalah Hizbul Ghaul ( pasukan Iblis ). Layak disebut begitu karena buzzer menggiring opini menghilangkan substansi, memfitnah, mengadudomba, membuat berita palsu dan menyebarkan kabar burung. Semua perbuatan itu adalah iblis. Buzzer … Lanjutkan membaca Bersih – Bersih Media Sosial dari sampah buzzer

New Normal atau New Abnormal ?

oleh : Em Amir Nihat Hari ini memulai lagi dengan kehidupan rutinitas seperti biasa. Kita menyebutnya new normal yang diartikan 'adaptasi kehidupan baru'. Pasar telah dibuka demikian masjid juga dibuka. Bahkan dari teman-temanku mempost kritik tajam : yang kemarin teriak-teriak masjid ditutup, apakah sekarang mau ke masjid? Ngena banget sih! Pun demikian dengan tempat wisata … Lanjutkan membaca New Normal atau New Abnormal ?