Sampainya Doa buat Orang yang Meninggal

oleh : Em Amir Nihat

Dalil yang biasanya digunakan oleh orang yang mempercayai bahwa doa buat orang yang meninggal tidak sampai adalah Q.S Toha ayat 15 dan Q.S An Najm : 39 bahwa di hari kiamat, manusia akan dibalas sesuai yang dengan yang dikerjakannya. Saya kira semua sepakat akan hal itu memang di hari kiamat setiap manusia akan dibalas sesuai yang dikerjakannya.

Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah Apakah alam barzah itu sudah akhirat ? Jawabnya belum. Alam barzah adalah alam pembatas antara dunia dan akhirat. Maka kita pun juga akan menemukan banyak dalil-dalil sampainya doa di alam barzah.

“Seorang mayat dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang meminta pertolongan. Dia menanti-nanti doa ayah, ibu, anak, dan kawan yang tepercaya. Apabila doa itu sampai kepadanya, itu lebih ia sukai daripada dunia berikut segala isinya. Dan sesungguhnya Allah menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung. Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang mati ialah memohon istighfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka.” (HR Ad-Dailami).

Utsman bin Affan menuturkan, apabila Rasulullah SAW telah selesai menguburkan jenazah, beliau bersabda, “Mintakanlah ampunan untuk saudara kalian ini, dan mohonkanlah keteguhan untuknya, karena sesungguhnya ia sekarang sedang ditanya.” (HR Abu Dawud).

“Ya Allah, ampunilah orang-orang yang masih hidup di antara kami, dan juga orang-orang yang telah meninggal di antara kami.” (HR At-Tirmidzi).

“Diriwayatkan dari Ibn Abbas r.a.: Bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah saw: Sesungguhnya ibuku telah wafat, apakah bermanfaat baginya jika saya bersedekah atas namanya? Jawab beliau: “Ya”. Orang itu berkata: Sesungguhnya saya mempunyai kebun yang berbuah, maka saya mempersaksikan kepadamu bahwa saya telah menyedekahkannya atas namanya.” [HR. al-Bukhari]

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.: Bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi saw: Sesungguhnya ayahku wafat dan meninggalkan harta akan tetapi beliau belum berwasiat. Maka apakah dia dihapuskan (dosanya) jika saya bersedekah atas namanya? Jawab beliau: “Ya”.” [HR. Muslim]

Sebagian ulama menambahkan, bahwa kemauan anak untuk bersedekah atas nama orang tuanya itu termasuk hasil usahanya mendidik anak tersebut ketika masih di dunia dahulu, sehingga layak jika sedekahnya itu sampai kepadanya. Dan juga adanya hadits yang menganjurkan untuk mendoakan orang yang meninggal itu sebagai bukti bahwa doa bisa sampai di alam barzah. Andai tidak sampai tentu Rosululloh SAW tidak akan mengajarkan doa buat orang yang meninggal. Jadi, sudah terang benderang bahwa doa buat orang yang meninggal itu sampai.

Maka kita tidak perlu ragu lagi jika ada kirim- kirim doa seperti yasinan dan tahlilan pasti itu sampai dan biasanya di acara itu ada sedekah makanan berupa besek yang diberikan ke orang yang datang mendoakan. Maka lengkap sudah yakni doanya ada dan sedekahnya juga ada.

Yang menjadi perdebatan mungkin karena acara itu seolah menjadi mainstream atau umum maka penulis katakan aslinya memang tidak harus seperti itu tetapi andai seperti itu juga tidak masalah sebab itu juga termasuk doa dan sedekah. Kebanyakan yang kontra karena hanya melihat nama acaranya saja padahal secara isi semua 100% lulus secara syariat.

Wallahu a’lam bishawab ( Hanya Allah yang lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s