Puasa dan Jer Basuki mawa Beya

oleh : Em Amir Nihat


“jer basuki mawa beya” memiliki arti “semua keberhasilan membutuhkan biaya”. Biaya disini jangan kita artikan hanya uang atau materi saja tetapi “beya” disini bisa juga kita artikan perjuangan atau pengorbanan. Maka jika kita korelasikan dengan hal ibadah apapun itu, pasti ada pengorbanannya. Pengorbanan disini saya artikan juga sebagai puasa. Kita menahan.

Misalnya ada panggilan adzan  sholat maghrib padahal kita baru sampai rumah. Kita memang punya pilihan untuk sholat di rumah saja dan leha-leha dulu. Rebahan dulu. Tetapi jika kesadaran kita adalah “jer basuki mawa beya” kita menyadari bahwa setiap ibadah pasti ada pengorbananya. Ada sisi puasanya. Kita memilih berpuasa untuk tidak rebahan dulu dan kita memilih berkorban untuk melangkah ke masjid. Maka Inilah jiwa – jiwa para pejuang ibadah. Tapi pengorbanan disini pun bukan membabi bita harus tetap dalam koridor kebijaksanaan dan kebaikan.

Semoga saja di momen puasa ini  kita menyadari bahwa ternyata di setiap ibadah yang akan kita lakukan ada sisi pengorbanannya. Ada unsur puasanya. Semoga kita memilih untuk mau berkorban dan berpuasa ketika akan menghadapi laku ibadah. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s