Sejak Kapan “Keinginan” Itu Muncul ?

oleh : Em Amir Nihat

Misalnya kita ingin beli motor, ingin beli mobil, ingin beli baju, ingin beli hape dsb yang menjadi pertanyaannya adalah darimana keinginan membeli atau memiliki sesuatu itu muncul ? Sejak kapan keinginan itu muncul ?

Bisajadi asal mula keinginan itu berawal dari pandangan mata maka Allah memberi peringatan supaya kita bisa menjaga pandangan mata. ( lihat Q.S An Nur : 30 ). Kita melihat sesuatu dan timbulah keinginan.

Hal ini pula yang ternyata dimanfaatkan oleh para produsen untuk menawarkan produk-produknya. Mereka merakayasa bagaimana caranya biar semua orang akan melirik produknya maka diciptakanlah iklan-iklan. Kadang justru iklannya tidak nyambung dengan apa yang dijualnya dan juga malah tidak menampilkan apa fungsi dari produknya. Tengok saja. Apa hubungannya iklan motor dengan wanita cantik? Apa hubungannya iklan minuman dengan wanita cantik ? Jawabannya kembali ke pandangan. Dengan adanya wanita cantik mereka berharap pandangan manusia akan tertuju pada produknya. Sesederhana itu tapi kuat sekali marketingnya, bukan ?

Apa yang kita dapat setelah memiliki keinginan itu ? Kita akan mendapatkan sensasi kesenangan. Ada rasa bahagia. Sayangnya hal itu sebentar dan tidak lama. Saya mengalami hal itu. Ketika saya punya motor pas awal-awal saya senang sekali dan selalu saya bersihkan. Jangan sampai ada lecet barang satu goresan pun. Saking merasa memilikinya. Tetapi berjalannya waktu rasa kesenangan itu hilang dan justru saya punya tugas baru yaitu merawatnya.

Begitulah siklus pembelian kita. Berawal dari mata lalu memiliki lalu senang sebentar setelah itu terbebani merawatnya. Seolah paradoks sekali sebab semakin banyak kita memiliki sesuatu semakin banyak pula kita terbebani, sebaliknya semakin sedikit barang kita semakin sedikit pula beban kita dan jika ada masalah misalnya rusak atau hilang kita akan kecewa dan sedih. Padahal sebelum punya barang itu kita biasa saja, bukan? Pernahkah  kita berfikir bahwa sebelum kita punya mobil kita biasa saja tetapi saat kita sudah punya mobil dan mobil kita rusak justru kita sedih?

Jawaban dari semua itu adalah hilangkan perasaan memiliki.  Saya mengambil dari Nasihat Mas Sabrang MDP  : “Rasa kehilangan hanya akan ada
Jika kau pernah merasa memilikinya”. Ketika kita benar-benar meyakini apa yang kita punya adalah titipan dan amanat dari Allah maka kita pun akan mendayagunakannya sesuai perintahNya dan saat diambil oleh Allah kita pun ikhlas toh itu semua titipan Allah. Kelihatannya mudah tetapi praktiknya susah, bukan ?

Purwakarta, 10 November 2021

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s