Berkat

oleh : Em Amir Nihat

Berkat adalah makanan siap saji yang berisi nasi, lauk pauk, krupuk dll yang wadahnya ceting. Berkat biasanya identik dengan kegiatan seperti tahlilan, yasinan, muludan, likuran dsb.

Berkat bisajadi berasal dari kata “berkah” karena makanan itu disuguhkan dalam kondisi yang sangat istimewa misalnya yasinan, tahlilan, muludan, likuran dsb. Istimewa karena disana dibacakan ayat-ayat Al Qur’an, diadakan pengajian, membahas ilmu, silaturahim dan mengandung amal soleh. Ulama dulu biasanya setelah selesai memberikan pengajian lalu mereka makan bersama para jamaah. Bisajadi ini awal sejarah dari budaya makanan berkat.

Dulu masyarakat berlomba-lomba menghadirkan berkat dengan masakan terbaik yang ia punya karena mereka faham betul bahwa kegiatan seperti itu mengundang keberkahan dan bernilai amal soleh. Tetapi lambat laun kesadaran menyuguhkan hal yang terbaik terkikis dengan adanya berkat yang seadanya. Kadang malah ada yang tidak layak dimakan. Apalagi kini berkat diganti dengan beras, kecap dan mie instan yang otomatis kehilangan budaya berkat itu sendiri. Mungkin disatu sisi hal itu menjadi instan dan gampang karena tidak perlu masak berlebih dan mungkin ada juga yang berpandangan banyak kejadian berkatnya tidak habis karena stok makanan di rumah cukup. Tetapi jauh dari problem itu, kita perlu tahu bahwa makanan dan minuman yang utama kita cari adalah kehalalan dan keberkahan. Di momen istimewa itu nilai keberkahan sangat tinggi sehingga sayang andai kita melewatkan makanan berkat, kan? Siap menyuguhkan makanan yang terbaik saat ada acara atau jangan-jangan kita malah itungan dan berharap dapat yang terbaik?

Purwakarta, 7 Agustus 2021

5 tanggapan untuk “Berkat

  1. Baca ini jadi kangen suasana rumah. yang selalu kami tunggu ketika bapak diundang tahlil/kenduren adalah berkat. sesederhana itu buat bahagia, makan nasi berkat bareng adik2, rebutan pisang atau jajanan berkat. 🙂

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s