Pendakwah itu Manusia Biasa

oleh : Em Amir Nihat

Seorang pendakwah itu manusia biasa. Pasti tak luput dari dosa. Pasti ada sisi kekurangannya sebab ia bukan Nabi yang dikaruniai kemaksuman. Namun yang terjadi di realitas masyarakat adalah seorang pendakwah seolah dituntut bersih dari dosa sehingga ketika salah yang disalahkan justru dakwahnya bukan perilaku salah orangnya. Atau nyinyiran semacam sok-sokan dakwah padahal bejad, ngomong kebaikan tapi sendiri gak bener, dsb Ini yang saya tidak setuju. Dakwah malah disalahkan padahal yang salah itu perilaku pendakwahnya. Harusnya kritikan itu ke perilakunya sedangkan aktifitas dakwah harus disuport. Harus tetap didukung. Bukankah dakwah itu dalam rangka nasihat menasihati? Kalau pendakwah salah bukankah harusnya ia juga diingatkan bukan malah disalahkan dakwahnya.

Para pendakwah yang karena ia berbicara perkara agama punya potensi untuk mis atau salah  tapi anehnya orang yang kafir atau fasik yang tidak pernah berbicara perkara agama malah aman-aman saja dari nyinyiran. Sangat semangat nyinyirin dakwah tapi justru diam seribu bahasa ketika berbicara kekafiran dan kefasikan. Nalar yang salah semacam ini justru akan mengikis semangat dakwah. Artinya dakwah seolah barang mewah yang harus bersih tanpa cacat padahal menurut saya dakwah itu justru hadiah terindah. Dakwah mengajak kita ke kebaikan, kebahagiaan dan keselamatan. Dakwah itu bentuk empati dan simpati. Dakwah itu bentuk kepedulian.

Bisajadi itu berawal dari salah sangka istilah dakwah. Mengira dakwah itu harus memakai peci, jubah atau baju taqwa. Dakwah menurut saya adalah bukan di tampilan tetapi di momentum. Ketika kita mengingatkan kebaikan, kebahagiaan dan keselamatan tentunya harus dengan kebijaksanaan yang sudut pandangnya adalah Agama Islam maka saat itu kita sedang berdakwah.

Kembali ke pembahasan pendakwah yang salah. Saya disini bukan berarti mendukung pendakwah untuk salah. Pasti tidak. Kesalahan pendakwah harus tetap kita bilang salah. Apalagi jika urusannya asusila harus tetap diproses secara hukum. Namun yang saya tekankan adalah kenapa dakwahnya yang disalahkan bukan perilakunya yang disalahkan. Jangan-jangan karena aktifitas dakwah sudah dipadatkan menjadi pekerjaan. Padahal dakwah itu cair. Nasihat menasihati. Menasihati kalau orang lain salah dan siap dinasihati kalau kita salah. Tentunya semua dalam koridor bil hikmah. Dalam koridor kebijaksanaan. Bukan menyalahkan apalagi mengkafir-kafirkan.

Purwakarta, 5 Agustus 2021

Satu tanggapan untuk “Pendakwah itu Manusia Biasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s