Kesadaran Tahiyat, Kesadaran Meminta Perlindungan Allah

oleh : Em Amir Nihat

Salah satu doa yang dibaca saat tahiyat akhir adalah “ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MIN ‘ADZABI JAHANNAM, WA MIN ‘ADZABILQABRI, WA MIN FITNATILMAHYA WALMAMATI, WA MIN SYARRI FITNATIL MASIHIDDAJJAL.” yang artinya  “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan fitnah al-masikh ad-Dajjal”.

Bahwa hidup kita di dunia ini akan ada yang mencoba menyelewengkan dari tujuan awal kita diciptakan di dunia yakni menuju Allah. Akan ada yang menghambat dan mencoba mensesatkan jalan lurus yang selalu kita upayakan tiap hari. Akan ada hal jahat yang mencoba menjerumuskan kita.

Merekalah iblis, setan dan balatentaranya termasuk Dajjal si tukang fitnah yang setiap Nabi mengingatkan akan bahaya Dajjal. Dajjal menawarkan surga padahal itu neraka, menawarkan kemewahan dunia, pernak pernik keindahan dunia sehingga manusia lupa untuk apa ia diciptakan. Dajjal kelak membikin aturan atau sistem yang pengrusakannya keseantero dunia maka betapa sudah terlihat hari ini benih – benih Dajjal dimana kemewahan dunia melalaikan kita. Peradaban modern dengan kecanggihan teknologinya membuat manusia menghamba pada sains semata. Tuhan dihilangkan dalam ingatan manusia. Sebuah peradaban sombong yang Tuhan dianggap tidak ada.

Allah mewanti-wanti kita supaya waspada bahwa “Setan adalah musuh yang nyata bagimu”. Tetapi pengetahuan kita selama ini menyangka setan adalah ghaib / kasat mata sehingga setan dianggap tidak pernah ada. Karena saking tidak waspadanya kita sering kecele dengan bisikan-bisikan setan padahal Allah jelas-jelas menyatakan bahwa setan itu nyata. Bahwa setan itulah sebenar-benarnya musuh kita.

Bisikan-bisikan ini bukan hanya yang selintas nongol di fikiran kita tetapi apa yang kita lihat di media sosial dan di kehidupan nyata juga wujud bisikan. Setan dari golongan jin dan manusia. Setan kemewahan dunia. Kecintaan kepada harta benda, pasangan, anak istri dll sebenarnya tidak masalah tetapi jika sudah melupakan Allah maka kecintaan itu menjadi setan. Betapa aslinya kita tidak akan bisa berdaya melawan gempuran setan itu kecuali berlindung kepada Allah SWT dan mengoptimalkan eling lan waspada.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

Analoginya begini. Misalnya kita mau masuk rumah orang tetapi di depan pintu ada anjing yang galak. Anjing penunggu. Untuk bisa lolos dan bisa lewat dari anjing yang menghalangi kita maka hal termudah dan terbaiknya adalah minta tolong penghuni rumah untuk menyingkirkan anjingnya. Demikian juga dengan setan dan balatentaranya. Jalan termudah dan terbaik untuk melawan setan dan balantentaranya adalah minta tolong kepada Allah dan berlindung atas namaNya.

Mudah-mudahan setelah selesai sholat, ada kesadaran bahwa kita semakin berlindung kepada Allah. Bahwa kehidupan ini kita benar-benar lemah dan tak berdaya. Bahwa kita sadar ada musuh yakni setan dan cara berlindungnya adalah meminta bantuan, pertolongan dan perlindungan Allah.

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ

“Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s