Oase 47 : Membuat Cuaca Cerah di Dunia Maya

oleh : Em Amir Nihat

Di era pandemi ini mau tidak mau, kebanyakan masyarakat terutama para orangtua seolah dipaksa mengenal dunia daring alias internet dengan bekal senjata ponsel yang kemudian salam kenal dengan wa, facebook, ig dll. Ujungnya masyarakat akan beralih ke digital.

Sayangnya cuaca di dunia maya cenderung buruk dan tidak ada verifikasi keilmuan. Buktinya sekarang orang yang tak pandai ilmu agama asal ia bisa mencitrakan seolah ulama maka akan digelari ulama, orang yang tak ahli sesuatu asal dia bisa macak dengan lihai akan digelari ahli. Ternyata Di dunia maya Ukurannya bukan ahli atau tidak tapi jumlah follower dan like banyak atau tidak. Dan ini awal masalah dari sengkarut marutnya ketidakjelasan sumber keilmuan.

Ada pepatah Arab mengatakan “Kalau kamu ingin jadi terkenal maka jadilah orang yang berbeda”. Jadilah orang yang unik, nyleneh, aneh, antimainstream dll. Pepatah ini apesnya malah dipraktekan oleh orang-orang yang tak punya keahlian namun jumlah followernya banyak, untuk unjuk gigi dengan cara menciptakan sensasi atau kehebohan atau settingan walau mereka tahu bahwa tidak ada manfaatnya. Alasannya demi konten mau melakukan apapun akhirnya mereka yang viral dan sering dibicarakan masyarakat. Yang pakar ahli dan keilmuan tenggelam tidak dibicarakan. Masyarakat kehilangan pijakan.

Orang yang alim tapi malah pura-pura gak alim bisajadi hari ini malah terkesan sombong. Harusnya orang alim yang ahli itu berani menyatakan kealiman dan keahliannya. Misalnya Saya ahli Nahwu, saya ahli mantiq, saya ahli tafsir, saya ahli matematika, saya ahli sejarah, saya ahli mesin, saya ahli IT, saya ahli kimia dll sehingga masyarakat tahu siapa rujukan yang tepat dan benar. Kondisi sekarang dimana banyak yang mengaku pakar, ustadz dan ulama padahal keilmuan tidak jelas tapi malah naik ke permukaan alias viral, salah satu penyebabnya karena diamnya orang-orang yang alim / ahli sehingga maayarakat salah akses rujukan.

Ambilah pelajaran bagaimana para dokter berani menyatakan dirinya misalnya saya dokter anak, saya dokter gigi, dokter kulit dll dengan PEDE membikin papan nama di pinggir jalan. Pada urusan kesehatan, pakar keilmuan sangat terjaga maka hendaknya urusan yang lain pun juga demikian.

Hari ini waktunya para alumni pondok pesantren untuk unjuk gigi. Hari ini waktunya para pakar keilmuan apapun bidangnya untuk berani tampil secara daring. Hari ini juga waktunya para pakar berkolabirasi untuk sama-sama mengisi nilai-nilai luhur kehidupan.

Yuk bikin cuaca cerah di dunia maya. Caranya : Para ahli segeralah keluar dari pertapaanmu dan berbuatlah untuk masyarakatmu, follow akun- akun yang jelas sanad keilmuannya, follow akun -akun pakar keilmuan yang sesuai bidang dan minatmu, tidak usah ikut debat kusir di komentar, sebarkan akun-akun para ahli itu di bagian share dengan begitu kita membagi energi positif dan suasana cerah. Pertanyaannya, Mau tidak kita jadi pemain yang mencerahkan dunia maya atau hanya penonton dan ikut arus ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s