Ketika Corona Bertamu

oleh : Em Amir Nihat

Bumi kedatangan tamu bernama Corona
Sekian lama sang bumi menangis dengan air mata asap hitam dan sakit punggung congkelan tambang – tambang
Peluh kesahnya pada manusia yang rakus dan congkak
Merusak dan mencabik rumah besar penuh luka
Oh Manusia.. Apakah kalian semua ingin menggali parit untuk kalian masuki siasat ?

Aku datang jawab Corona
Aku datang hendak membawa Peringatan !
Bumi bertanya : Apakah setelah kamu menghilang nanti manusia akan sadar ?

Kini langit membiru, nafasku panjang dan pepohonan menari dengan riang gembira tanpa sibuk menghirup asap – asap hitam

Corona pun menjawab : Aku datang hendak menyadarkan manusia supaya mereka kembali menjagamu dan merawatmu namun jika mereka lupa maka pantaslah kiranya gunung – gunung dihancurkan !

Lalu apa jawaban manusia ?
Fikirkan dan renungkan !

Setelah itu Corona mampir ke Hutan belantara
Singa, Harimau, Orang Utan dan sahabat mereka banyak yang dipasung menjadi tontonan umat manusia
Kesedihan mereka dibalas dalam foto dan tawa
Orang Utan bertanya : Apakah kini manusia sadar bagaimana rasanya #dirumahsaja berhari-hari padahal kami seumur hidup menjadi tontonan bagi manusia ?
Corona menjawab : Seharusnya mereka sadar karena Hewan dan Tumbuh-Tumbuhan layak mereka perlakukan dengan baik dan bijak

Lalu Apa jawaban manusia ?
Fikirkan dan renungkan !

Corona kemudian datang ke seratus orang paling kaya di dunia

Ia menggerutu : Aku datang hendak menguji kalian. Kalian golongan Usman atau Golongan Qorun. Hendaklah kalian sadar dan jangan sampai kekayaan kalian membuat kalian terjerumus ke api neraka sebab kalian telah menelantarkan jutaan kemiskinan

Lalu apa jawaban sebagian manusia ?

Fikirkan dan Renungkan !

Corona kemudian datang ke Para Cendekiawan Dunia yang menjadi rujukan logika
Barangkali rumus kedatangannya bisa terjawab
Para cendekiawan berkata : Kami pasti menang melawan Corona ! Dengan kecerdasan kami dan kepintaran kami, akan kami pikul beban ini. Corona akan kami kalahkan, Tunggu saja !

Corona murung, sedih hatinya lalu ia menjawab : Kepintaran kalian tak satupun yang mengantarkan kalian mengenal Tuhan. Bahkan dengan congkak kalian bilang pasti bisa mengalahkanku. Kalian melupakan dan bahkan tak menganggap ada Tuhan. Seharusnya ucapkanlah InsyaAllah,, Allah yang Maha Kuat dan Maha Kuasa tak satupun kalian ingat dan ucap dalam masa ikhtiar kalian ! Lalu kalian mau mengalahkanku ?

Tiba – tiba angin semilir lewat ia pun menjawab : Tampaknya kedatanganmu hanya dianggap bencana, mereka sangat membanggakan keilmiahan mereka. Kecerdasan mereka. Lupa bersyukur dan cenderung kufur. Mereka berputar – putar hanya pada urusan dunia bahkan mengatakan negeri akhirat hanyalah dongeng – dongeng !

Lalu Apa jawaban manusia ?
Fikirkan dan Renungkan !

Badai datang dari timur
Bukan badai bencana namun getaran ruhani lima milyar Allahuakbar dan seratus juta gerakan sujud diikhtiarkan

Para kekasih Allah itu menangis memohon Ampunan dan kemurahan Allah, Sholawat diantarkan ke langit dan doa – doa digetarkan di dalam gua masing – masing mereka

Corona merinding, ia mengecil
“Ternyata masih ada banyak manusia yang Ihsan. Yang didalam alam fikirannya meyakini bahwa Allah pasti melihatnya sehingga dalam seluruh urusannya Allah selalu hadir dan menjadi pedoman utama. Barangkali dari merekalah, aku lega untuk pergi. Merekalah sejati-sejatinya manusia”

Lalu apa jawaban manusia lainnya ?

Fikirkan dan Renungkan !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s