Ada Apa dengan Label “sunnah” Hari Ini ?

oleh : Em Amir Nihat

Label “sunnah” yang dicantumkan ke apapun dengan niatan supaya lebih islami dalam pandangan kulit luar saja tentu bisa jadi pengkaburan fakta bahwa tanpa label sunnah pun asalkan sesuai syariat sudah termasuk memenuhi unsur sunnah.

Misalnya kini ada dai sunnah dan kajian sunnah yang merujuk pada dai-dai kalangan salafi dan wahabi yang dalam faktanya kita juga harus faham bahwa ketika menjadi dai pun ia sudah menjalankan sunnah. Artinya tanpa label sunnah kalau sesuai syariat pun sudah termasuk. Bahaya label ini adalah pengkategorian dan munculnya eksklusif dalam Islam sehingga Islam yang seharusnya menyatu dan berbaur dengan masyarakat dan menjadi solusi bagi masyarakat kini seolah mengasingkan diri pada dunia di luar Islam. Pun demikian juga nanti akan muncul pandangan merasa paling sunah atau hanya golongannya yang sunah tentu ini tidak baik bahkan berbahaya sebab fakta membuktikan bahwa tanpa embel – embel kata sunnah, Umat Islam sudah menyebar seantero Dunia. Pendekatannya adalah Rahmatan lil’alamin dengan prinsip Amar maruf nahi mungkar yang muaranya bertumpu pada kasih sayang dan empatis.

Munculnya perumahan sunnah, pakaian sunnah, dai sunnah, kajian sunnah, dsb bisa jadi akibat manusia zaman now yang terlalu mementingkan “penyebutan” daripada “pembuktian dan dedikasi”. Fatalnya adalah merasa di luar kelompoknya itu tidak sunnah sehingga merasa dirinya dan golongannya yang ahli surga. Nalar seperti ini tentu berbahaya karena pendekatannya yang pragmatis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s