Catatan Perjalanan : Kenduri Cinta Desember “Darurat Akal Tidak Sehat”

oleh : Em Amir Nihat

Perjalanan Maiyah Kenduri Cinta kali ini ( 13 Desember 2019 ) saya mendapati pengalaman baru yakni bisa sholat maghriban di Masjid Istiqlal, juga bisa melihat Tugu Monas icon Kota Jakarta. Lumayan bisa buat opot – opot. Hehehe.

Ngangsu Kawruh kepada Cak Nun kali ini pun juga terasa menggembirakan sebab ada seorang kakang di Desa saya juga hadir. Domisilinya di Majenang. Betapa militansinya beliau menempuh Majenang – Jakarta demi belajar kehidupan kepada Cak Nun.

Mengangkat tema “Darurat Akal Tidak Sehat”, Berikut rangkuman yang saya tulis :

1. Kata “Radikal” dan “rasis” bisa saja hanya dijadikan alat untuk menjajah agar kamu tidak melawan mereka, sehingga kata itu digunakan untuk menyerang padahal dia sendiri itulah yang radikal dan rasis

2. Tuhan memberi kecukupan kepada mereka yang tidak diperbudak keinginan

3. Yang kita alami sekarang banyak sekali penyempitan, pendangkalan dan manipulasi kata, hati-hati menerima kata-kata apapun, agar kita bisa jernih melihat segala sesuatu, ukur jarak pandang dan sudut pandangnya

4. Dari Sayidina Ali : Kalau hanya ada dua kemungkinan dan disuruh memilih antara merendahkan atau direndahkan, maka pilihlah direndahkan. Anda direndahkan di bumi saat ini, tapi anda akan ditinggikan di langit.

5. Orang yang merendahkan adalah orang yang tidak waspada. Orang yang direndahkan memiliki peluang untuk bersikap waspada

6. Di Al Quran tidak ada kata pintar. Pintar itu cenderung feodal. Yang ada dalam Al Quran terminologinya adalah tahu, mengerti, memahami. Maka berusahalah untuk memahami dan mengerti hal, bukan mejadi pintar.

7. Seburuk-buruknya orang carilah kebaikkannya, sejahat-jahatnya orang carilah kemuliannya

8. Salah satu paket hijrah Maiyah adalah memulai sungguh-sungguh belajar mempelajari, mendalami, menghayati, hingga insyaallah mentakjubi kemanusiaan Muhammad

9. Orang Pandai adalah orang yang pintar menjawab,
Orang Kreatif adalah orang yang pintar bertanya untuk menemukan jawaban-jawaban

Semoga bermanfaat

2 tanggapan untuk “Catatan Perjalanan : Kenduri Cinta Desember “Darurat Akal Tidak Sehat”

  1. “Orang Pandai adalah orang yang pintar menjawab”. Ini betul tapi mungkin perlu ditambah: “dan bermanfaat buat penanya”. Ketika seorang nanya dgn cara yang sangat ujar (ukuran sahabat), “Kapan kiamat?”, Nabi SAW merespons: ‘Apa yang telah kamu siapkan untuk menghadapinya”.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s