Oase 46 : Sudahkah Kita Berkontribusi pada Islam ? ( Renungan Bersama )

oleh : Em Amir Nihat

Hari ini Umat Islam seakan menjadi bulan-bulanan Umat Lain, menjadi mainan umat lain, tidak menjadi penggerak seperti halnya dulu, bahkan seakan Umat islam direndahkan martabatnya dan ditarungkan diadudombakan terus menerus, yang ironisnya tanpa kita sadari kita seperti menggali parit kita sendiri. Benarkah demikian ?

Allah SWT berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّا سِ تَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَا نَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَ كْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 110)

Kita patahkan narasi buruk tentang Islam diatas sebab Allah telah berfirman bahwa Umat Islam adalah umat terbaik

Pelajaran yang dapat kita ambil dari ayat ini bahwa Umat Islam adalah Umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Artinya kita menerima tanda itu langsung dari Allah. Posisi kita menerima hal itu, namun dibalik penerimaan itu ada hal yang harus diusahakan dan ada hal yang harus diberikan ( setelah menerima dan mengakui setelahnya kita memberi sebagai tanda setelah menerima ) yakni berlaku amar maruf nahi mungkar.

.

.

Apa itu Amar Maruf Nahi Mungkar ?

Orang yang berlaku amar maruf dan nahi munkar berarti orang itu masih perduli dengan orang lain sehingga ia mau menasihati dan mengingatkan. Demikian juga sebaliknya siap dan mau diingatkan jika salah. Artinya hal itu adalah wujud kasih sayang. Jelas hal ini menandakan bahwa Agama Islam melarang egois dan apatis. Bayangkan saja jika kita cuek dan membiarkan kedzoliman di depan mata kita, tentu hal ini salah sebab Islam menawarkan perlawanan : Dengan tangan ( kekuasaan ), Dengan ucapan dan dengan hati ( mendoakan ).

Namun hal ini akan bermakna lain jika dasarnya bukan kasih sayang melainkan kebencian. Dengan dalih kebenaran, ia bisa saja menggunakan kejahatan sebab kebenciannya telah merasukinya.
Bukannya mengajak ke jalan yang lurus dan baik, ia malah berlaku seperti setan yang menjerumuskan manusia ke neraka.

Amar maruf berarti mengajak kepada kebaikan. Tetapi mengapa tidak memakai kata khoir atau biir ? Padahal artinya juga kebaikan. Ternyata maruf bermakna lebih luas yakni kebaikan yang memakai hati sehingga yang dinasihatipun menerima.

Nahi munkar pun juga dasarnya harus dengan niat menolong atau kasih sayang bahwa kita masih perduli dengan orang lain sehingga kita mau mengingatkan untuk tidak mungkar. Dasarnya pun harus dengan mendoakan kebaikan bersama-sama.

.

.

.

Ketika umat tidak melaksanakan amar maruf nahi mungkar maka tidak mungkin Umat Islam menjadi Umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Berapa banyak dari kita yang tertidur sebagai pihak yang menerima Islam saja tanpa mau memberi kontribusi pada Islam dan tidak mau amar maruf nahi mungkar ( apatis pada keadaan ). Seandainya arus besar Umat Islam terpaku hanya pada menerima, bagaimana mungkin kita bisa mendulang sejarah sebagai Umat terbaik sedangkan kita masih malas untuk berkontribusi pada Islam.

Cobalah kita belajar sejarah Baiat Aqabah ke-2 dimana Umat Islam yang dibaiat oleh Rosululloh ( berposisi menerima ) lalu melakukan dakwah sebagaimana isi baiat aqabah ke-2. Dengan pengorbanan jiwa dan raga mereka memberi kontribusi pada Islam sehingga Islam langsung pesat, gemilang dan diterima di Madinah.

Pertanyaannya sekarang, sudahkah kita mau dan mampu berkontribusi pada Islam ? Maukah kita beramar maruf nahi mungkar dengan dasar kasih sayang dan empatis pada sesama manusia ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s