Review Buku : Sejarah Tanah Jawa ( The Island of Java ) karya John Joseph Stockdale

oleh : Em Amir Nihat

Judul buku : The Island of Java ( Sejarah Tanah Jawa )

Karya : John Joseph Stockdale

Penerjemah : Ira Puspitorini dan An Ismanto

Pemeriksa Aksara : Daru Wijayanti dan Nur Iswarso

Penerbit : Indoliterasi

Cetakan : 1, 2014 ISBN 978-602-1129-02-9

Sebagai naskah asli ( manuskrip tertua pertama ) yang diterbitkan tahun 1811, The Island of Java adalah karya populer pertama dalam Bahasa Inggris yang menjabarkan sebuah pulau yang dikenal selama berabad-abad sebagai pulau paling penting di Negara Kepulauan Indonesia.

Sebagai hasil pengamatan pada abad ke-18 dan ke-19, merentang mulai dari ekologi, sejarah dan Kebudayaan Jawa.

Mari kita mereview :

Pada abad itu di Jawa ada empat kerajaan besar yakni Kerajaan Banten, Kerajaan Jaccatra ( Jayakarta ), Kerajaan Cirebon dan Kerajaan Susuhunan alias Kerajaan Jawa yang kelak akan pecah menjadi dua bagian.

Pada era itu setiap Kerajaan saling berperang dan ingin menguasai ditambah masuknya VOC dengan persenjataan canggihnya mulai menjajah satu demi satu. Akibatnya semua perlahan tumbang.

Seandainya mereka semua ( Kerajaan ) bersatu melawan VOC pasti pihak VOC akan berada di kondisi yang sangat buruk dan bahkan mungkin saja akan kalah, namun akibat kecemburuan dan permusuhan diantara mereka sama saja perlindungan bagi VOC. Kita mengenal politik pecah belah ( devide et impera ).

Awalnya, devide et impera merupakan strategi perang yang diterapkan oleh bangsa-bangsa kolonialis mulai pada abad 15 (Spanyol, Portugis, Belanda, Inggris, Prancis). Bangsa-bangsa tersebut melakukan ekspansi dan penaklukan untuk mencari sumber-sumber kekayaan alam, terutama di wilayah tropis. Seiring dengan waktu, metode penaklukan mereka mengalami perkembangan, sehingga devide et imperatidak lagi sekadar sebagai strategi perang namun lebih menjadi strategi politik.

Unsur-unsur yang dijadikan teknik dalam politik ini adalah:

– Menciptakan atau mendorong perpecahan dalam masyarakat untuk mencegah aliansi yang bisa menentang kekuasaan berdaulat.

– Membantu dan mempromosikan mereka yang bersedia untuk bekerja sama dengan kekuasaan yang berdaulat.

– Mendorong ketidakpercayaan dan permusuhan antar masyarakat.

– Mendorong konsumerisme yang berkemampuan untuk melemahkan biaya politik dan militer.

Itu juga alasan politik mengapa Kerajaan Jawa dibuat agar terbagi menjadi dua kerajaan, musababnya adalah kondisi kerajaan yang luas yang tentu membuat VOC ketakutan kalau-kalau mereka serentak menyerang dan kondisi ini didukung iri dengki para calon penguasa yang memang sengaja tidak didamaikan oleh VOC.

Seperti kita faham bersama bahwa Jawa kaya akan rempah-rempah. Di buku ini dijelaskan bahwa Tanah Jawa kaya akan : Lada, Beras, Kopi, Gula, Benang katun, Garam, Nila, Kayu, Buah-buahan dsb

Ironisnya hampir semuanya dijual ( wajib ) ke VOC dengan sistem uangnya. Kita kasih mereka rempah-rempah, sementara doktrin VOC tentang uang gulden membuat kita dimabuk akan hal itu. Kita dikasih uang yang tidak bisa membuat kita kenyang sementara VOC kita kasih rempah-rempah.

Di buku ini juga dituliskan tentang Senjata utama Orang Jawa yakni keris. Dalam hal pakaian jika itu orang biasa, pria kebanyakan telanjang dada dan memakai tudung kepala dan jika itu orang kaya / ningrat maka memakai jubah moor. Sedangkan baju wanita sedikit lebih baik tertutup rapat dan ada lilitan konde di rambut kepalanya.

Nasi adalah makanan pokok. Perempuan suka mengunyah sirih atau pinang dan pria suka merokok tembakau yang mereka linting sendiri. Pihak VOC menawarkan opium sehingga siapa saja yang menikmatinya akan nyandu, mabuk dan menjadi malas-malasan. Selain politik pecah belah, Perang Opium adalah kunci menghancurkan generasi nenek moyang kita.

Orang Jawa mengenal pengobatan tradisional secara turun temurun menggunakan tanaman obat dan juga pijat memijat. Sebelum ada wacana pengobatan kimia macam pil, tablet dan kapsul. Nenek moyang kita sudah mengenal pengobatan dari alam yang tentunya biaya murah dan gampang karena tinggal memetik di halaman atau kebun.

Di buku ini juga dipaparkan strategi VOC dalam menguasai Tanah Jawa, mendirikan benteng-benteng, tentang pohon beracun yang kita kenal dengan upas, tentang ronggeng, tentang para raja jawa dan perseteruan diantara mereka dan juga tentang masyarakat Cina yang hidup di Jawa.

Membaca buku ini kita akan diajak berpetualang keliling Jawa yang begitu mempesona, seperti menonton film klasik tentang sejarah dan kebudayaan. Apakah anda siap membacanya ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s