Review Buku : Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat Karya Mark Mansion

oleh : Em Amir Nihat

Judul: Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat
Penulis: Mark Manson
Penerbit: Grasindo (Gramedia Widiasarana Indonesia)
Cetakan I: Februari 2018
Alih Bahasa: F. Wicakso
ISBN: 978-602-452-698-6

Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat ( The Subtle Art of Not Giving a Fuck ) adalah buku karya Mark Manson, seorang blogger kenamaan yang tinggal di New York, AS.

Langsung saja kita mulai reviewnya :

Jangan Berusaha

Mengisahkan tentang cerita sukses Charles Bukowski yakni seorang yang awalnya hidup dengan sangat buruk, pecandu alcohol, senang main perempuan,penjudi kronis dan tukang utang namun diakhir menjelang wafatnya justru ia menjadi sukses. Novelnya yang awalnya sering ditolak mendadak sukses. Berawal dari “Post Office” ia bangkit dan menemukan kesuksesannya. Apakah ia bekerja keras ? Apa yang dilakukannya sehingga ia bisa bangkit dan sukses ? Lucunya kalimat “Jangan Berusaha” tertulis diatas batu nisannya. Ada apa dengan kata “Jangan Berusaha” ? Ternyata memang ia merasa tidak berusaha, ia mengakui keburukannya dan kepecundangannya sedang ia terus melangkah dengan jujur.

Budaya kita hari ini seolah terobsesi dengan harapan positif yang mustahil terwujud, segala nasihat yang kita dengar seolah menandakan bahwa kekurangan diri kita. Menyoroti apa yang kita anggap kekuarangan dan kegagalan. Kita seolah menolak kenyataan bahwa kita memang seperti itu adanya. “Anjing paling mungil menggonggong paling keras” artinya seorang yang percaya diri tidak perlu membuktikan ke orang lain bahwa ia percaya diri. Misalnya seorang yang kaya tidak perlu meyakinkan orang lain bahwa ia kaya atau orang yang cerdas tidak perlu meyakinkan orang lain bahwa ia cerdas.
Mengapa kita sibuk mencari penilaian dari orang lain ? Memperdulikan banyak hal yang tidak ada kaitannya dengan kita malah bisa berdampak buruk kepada kita. Kita memikirkan padahal kita tidak tahu solusinya, ironisnya yang seharusnya kita fikirkan malah tidak kita fikirkan. Mulailah dari sekarang kita susun mana yang lebih penting, mendesak dan berguna untuk kita fikirkan. Pemilahan masalah pribadi, keluarga, masyarakat, negara, sepakbola, acara tivi, debat dll harus kita pilih dan pilah mana yang paling penting dan layak kita fikirkan dan selesaikan.

Lingkaran Setan

Ada sebuah keanehan mental yang membahayakan otak anda. Perasaan cemas menjadikan anda menjadi cemas, perasaan takut menjadi takut beneran, perasaan gagal menjadi gagal beneran. Alam fikiran kita seolah awal dari apa yang akan hadir dalam diri kita, ia mengurai kemana kelakuan kita. Berfikir positif dan benar menjadikan kita lebih kuat dan berani, sebaliknya berfikir negative dan minder menjadikan kita gagal seketika. Lingkaran setan ini semakin terasa semenjak era gadget dimana budaya pamer menjalar. Orang bisa pamer harta, petualang, fisik, pacar dsb yang akan mempengaruhi pola pikir orang lain yang melihatnya. Buat orang yang tidak memiliki hal itu tentu akan gusar, kecewa, sedih dan yang paling keparat yakni menyalahkan takdir. Padahal andaikan kita tidak mengenal gadget tentu keinginan akan hal itu tidak ada. Berarti kesadaran otak kita perlu kita sadarkan. Inilah mengapa sikap masa bodoh diperlukan untuk menyelamatkan dunia yang krisis kepercayaan diri akibat delusi pamer global. Kuncinya adalah seharusnya kita bisa menerima diri kita apa adanya dengan tidak menyalahkan apa yang belum ada sebab seringkali yang ada malah jarang kita syukuri. Jangan sampai kita termakan mentah-mentah apa yang disodorkan media seolah dengan memiliki banyak hal menandakan kesuksesan.

Masalah kesehatan yang dipicu oleh stress, gangguan kecemasan dan kasus-kasus depresi melejit meskipun faktanya setiap orang kini memiliki tv, gadget, dan alat teknologi lainnya. Disinilah letak kesadaran bersyukur yang harus kita gelorakan.
Filsuf Alan Watts mengatakan “Menginginkan pengalaman posistif adalah sebuah pengalaman negative sedangkan menerima pengalaman negative adalah sebuah pengalaman positif” Inilah yang disebut hukum kebalikan ( paradox ) . Intinya, semakin banyak anda berusaha untuk menjadi lebih baik semakin merasa pula tidak puas karena meneguhkan fakta bahwa anda belum baik. Semakin mati-matian anda untuk kaya maka semakin anda merasa miskin dan tidak berharga sebab beban akan semakin berat. Kuncinya adalah mau menerima apa yang ada sambil melangkah untuk mencoba yang belum ada tetapi tetap bersyukur dengan yang ada.

Filsuf Albert Camus mengatakan “Anda tidak akan bahagia selama anda terus mencari apa yang terkandung dalam kebahagiaan. Anda tidak akan pernah hidup jika terus mencari arti kehidupan.” Atau dengan kata lain : Jangan Berusaha
Tapi kalau jangan berusaha lalu bagaimana cita-cita bisa dicapai ?
Temukan jawabannya dengan membeli buku ini segera!

Catatan Lain :

Seni #1 : Masa bodoh bukan berarti menjadi acuh tak acuh, masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda.

Intinya adalah bukan menghindari kesulitan. Intinya menemukan hal sulit yang bisa anda hadapi dan nikmati.

Seni #2 : Untuk bisa mengatakan “bodo amat” pada kesulitan. Pertama-tama Anda harus peduli terhadap sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan.

Karena jika anda tidak menemukan sesuatu yang penuh arti, perhatian Anda akan tercurah untuk hal-hal yang tanpa makna .

Seni #3 : Entah Anda sadari atau tidak, Anda selalu memilih suatu hal untuk diperhatikan

Hidup terus berjalan. Jadi, sekarang ini kita bisa menyisihkan perhatian kita yang semakin berkurang untuk hal hal yang benar benar layak dan penting dalam kehidupan kita : Keluarga kita, teman teman terbaik kita, hobi dan pekerjaan kita.

1. Siapa Anda didefinisikan oleh apa yang Anda ingin perjuangkan

Berjuanglah dengan apa yang kamu cita-citakan. Karena, jalan meraihnya akan menonjolkan segi kepribadianmu. Bila kamu tampak acuh tanpa memperjuangkan sesuatu yang perlu kamu raih, itu menandakan kalau kamu pemalas dan pecundang.

2. Hidup pada dasarnya adalah serangkaian masalah yang tidak ada habisnya. Solusi untuk satu masalah hanyalah ciptakan dan kerjakan saja

Jadi jangan terlalu heran dengan masalah yang selalu menimpamu, karena masalah memang ditakdirkan untuk selalu ada. Jangan terlalu fokus dengan suatu masalah yang terus menimpa. Karena dari masalah, kamu akan belajar dari yang lalu-lalu.

3. Ini adalah komponen kehidupan yang paling sederhana dan mendasar: perjuangan kita menentukan keberhasilan kita

Perjuangan memang tidakakan menghianati hasil. Itu sudah menjadi kalimat umum yang sering diucapkan oleh orang yang telah sukses. Jadi, untuk apa lagi kamu bermalas-malasan, cepat raih tujuanmu demi masa depan yang kamu inginkan.

4. Untuk berbahagia, kita membutuhkan sesuatu untuk dipecahkan. Oleh karena itu, kebahagiaan adalah bentuk tindakan

Kamu akan mendapatkan suatu sensasi tersendiri dengan apa yang kamu lagi perjuangkan. Suatu proses permasalahan harus diselesaikan dengan bijaksana. Dari jalan proses permasalahan tersebut, kamu akan mendapatkan sensasi pengalaman yang jarang orang lain dapat. Letak perjuangan adalah kebahagiaan sendiri bagi para pejuang

5. Jangan hanya duduk di sana. Lakukan sesuatu. Jawabannya akan mengikuti

Jangan menunggu waktu untuk bertindak, lakukan saja dulu, hasilnya akan datang sendirinya. Bila kamu hanya menunggu, sesuatu apa pun tak akan mencul dengan sendirinya. Lebih baik kamu menjemput daripada menunggu.

6. Kedewasaan adalah apa yang terjadi ketika seseorang belajar untuk hanya bercinta tentang apa yang benar-benar pantas dicintai

Jangan buang-buang waktumu untuk hal yang tidak berguna, lakukan yang memiliki manfaat baik untukmu. Pilihlah secara selektif bidang yang kamu gemari, lakukan terus dan terus. Daripada hanya melakukan aktifitas yang buang-buang waktu dan terpaksa, kamu akan menjadi terjerumus dan binggung menentukan bidangmu apa. Disini kecerdasan memilah dan memilih masalah berperan penting. Kita harus faham manakah yang paling penting, mendesak dan berguna.

7. Anda tidak bisa menjadi makhluk yang kuat dan mengubah hidup bagi sebagian orang tanpa menjadi lelucon atau mempermalukan orang lain

Bersaing, hal yang harus dijalani. Tapi dengan persaingan sehat. Dari persaingan akan merubahmu menjadi lebih baik dan terus belajar. Dan memperlakukan orang dengan cara fair lebih bijaksana dibanding persaingan tak sehat.

8. Menjadi salah membuka kita pada kemungkinan perubahan.

Menjadi salah membawa peluang untuk pertumbuhan.
Jangan sampai kegagalan menelanmu. Karena dari kegagalan, ada sebuah pengalaman menuju lebih baik. Dari kegagalan, kamu akan belajar. Berusaha agar kesalahan tersebut tidak terulang kembali. Dari kegagalan pula kita sedang belajar sehingga aslinya tidak ada kata gagal buat orang yang berusaha.

9. Ternyata kesulitan dan kegagalan itu sebenarnya berguna dan bahkan diperlukan untuk mengembangkan orang dewasa yang berpikiran kuat dan sukses

Orang mencapai puncak kesuksesan pasti memiliki kegagalan, tinggal bagaimana kamu mampu kebal dengan kegagalan tersebut. Lawan kegagalan dengan belajar, bukan menghakimi kebodohan dirimu sendiri.

10. Semakin Anda merasa lebih baik setiap saat, semakin kurang puas Anda

Mengejar sesuatu hanya memperkuat fakta bahwa Anda tidak memilikinya di tempat pertama
Rasa tidak puas sifat alami manusia. Tapi, jangan sampai kamu lupa diri. Ingin mendapatkan yang lebih baik boleh-boleh saja, asal dengan kerja keras dan tekun. Tapi jangan terlalu tamak sampai-sampai mengambil hak orang lain.

Bagaimana, Anda tertarik untuk membeli , bukan?

26 tanggapan untuk “Review Buku : Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat Karya Mark Mansion

  1. Gak tau. Tapi saya juga masih paket free. Saya buka blogmu tp gak muncul langsung malah buka web dan gak ada tulisan follow. Jadi, maaf bukan berarti gak mau follow, saya kurang paham beginian. 🙏🙏🙏

    Suka

  2. wah baru ini saya komentar tanpa baca isinya..
    sengaja nggak baca dulu karena memang sudah ada bukunya tp blm bisa menyempatkan baca. tapi nggak tau kenapa pengen aja komen dulu
    🙂

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s