Oase 38 : Pendengar yang Baik adalah Kunci

oleh : Em Amir Nihat

Sekian lama aku berbicara namun kini baru kusadari ada kesalahan dalam metode aku berbicara.

Setiap dari kita jika berbicara pasti ingin suaranya didengar, dipuji, dihargai ataupun jika berbentuk status di like. Maka jika semua hal menginginkan demikian, lalu siapa yang mau menjadi pendengarnya jika semua mau berbicara.

Ternyata untuk menjadi pembicara yang hebat terlebih dahulu kita harus menjadi pendengar yang hebat. Bagaimana caranya ?

Mendengarkan = kesan ( tunjukan bahwa kita memang benar-benar mendengarkan dengan seksama antusias, bisa sambil senyum dan mengangguk dan pandangan memandangnya ) , tunggu sampai dia selesai berbicara kemudian kita berbalas dan memuji atas pembicaraannya ( pujian disini sangat penting sebab akan memunculkan kesan bahwa oh ternyata kata-katanya didengar ) lalu barulah kita bereaksi dan berbicara balik

Dalam berbicara kita pun harus : intonasinya bisa didengar, pas, ringkas dan mudah diterima orang lain serta tidak menyinggung perasaan orang lain apalagi berbentuk ghibah dan fitnah.

Justru berbicara dari lompatan mendengarkan ternyata jauh lebih berkesan dan diterima daripada kita memaksakan diri langsung ingin berbicara.

Mari kita berusaha menjadi pendengar yang baik. Anda siap ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s