Rangkuman Buku Rekonstruksi Pemikiran Religius dalam Islam Karya Muhammad Iqbal

oleh : Em Amir Nihat

Allama Sir Muhammad Iqbal. Nama aslinya adalah Muhammad Iqbal ( Urdu: ﻣﺤﻤﺪ ﺍﻗﺒﺎﻝ ), (lahir di Sialkot,
Punjab , India , 9 November 1877 – meninggal di
Lahore , 21 April 1938 pada umur 60 tahun), dikenal juga sebagai Allama Iqbal ( Urdu: ﻋﻼﻣﮧ ﺍﻗﺒﺎﻝ ), adalah seorang penyair , politisi, dan filsuf besar abad ke-20.

Allamah adalah gelar dari orang yang menguasai minimal 12 cabang keilmuan secara mendalam dan hafal dalil-dalilnya dan sumbernya serta bisa bertahan dari kritik. Dibawah gelar alamah ada alim adalah orang yang menguasai satu keilmuwan secara mendalam misalnya ahli fikih disebut faqih, ahli qalam disebut mutaqalim, ahli tafsir disebut mufasir. Dibawah alim ada ustadz ada ulama yakni ia juga harus menguasai minimal 12 cabang keilmuwan meskipun tidak terlalu mendalam layaknya allamah. Sayangnya gelar ustadz dan ulama sudah diobral sedemikian rupa padahal belum tentu orang itu menguasai 12 cabang keilmuwan sehingga akhirnya tidak bisa menjadi pencerah malah menjadi kontroversi, pendebat, bikin kisruh atau memecah belah umat. Sepertinya kita perlu mengroscek gelar ustadz dan Ulama sehingga tidak asal mengaku Ustadz dan Ulama.

Rangkuman Buku Rekonstruksi Pemikiran Religius dalam Islam

1. KEHIDUPAN ALAM SEMESTA

  • Ad-Dukhan 38-39 : Diciptakan tidak main-main

وَمَا خَلَقْنَا السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لٰعِبِيْنَ

“Dan tidaklah Kami bermain-main menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya.”
(QS. Ad-Dukhan 44: Ayat 38)

  • Ali Imron 190 – 191 : HARUS DIRENUNGKAN

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 190)

الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًا ۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 191)

Fathir : 1 : MAMPU BERKEMBANG

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan Bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(QS. Fatir 35: Ayat 1)

  • Al-Ankabut 20 : DAPAT BERUBAH

قُلْ سِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ بَدَاَ الْخَـلْقَ ثُمَّ اللّٰهُ يُنْشِئُ النَّشْاَةَ الْاٰخِرَةَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Katakanlah, Berjalanlah di bumi, maka perhatikanlah bagaimana (Allah) memulai penciptaan (makhluk), kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 20)

Kesimpulan :

Allah menciptakan alam semesta beserta isinya ini tidak main-main. Allah punya TargetNya dan KepentinganNya dalam kaitannya dengan seluruh apa yang diciptakannya. Artinya semua ciptaan Allah pasti ada sisi kemanfaatannya.

Manusia punya peran menjadi Khalifatulloh yakni yang memakmurkan bumi. Bagaimana caranya? Manusia harus bisa mengaitkan seluruh benda yang dilihatnya ke Allah setelah itu ia juga harus berfikir bagaimana mendayagunakannya demi kemaslahatan orang banyak. Itulah Ulil Amri. Itulah tafakkur. Berfikir sambil merenung.

Maka ayat pada Q.S. Ali Imron 191. Itu adalah akibat setelah ia menemukan kemanfaatan dari apa yang ia fikirkan kemudian ia kaitkan kepada Allah lalu ia menemukan sisi manfaatnya. Ingat Allah dalam kondisi apapun baik itu melihat benda, peristiwa, ataupun kejadian alam ini pun sepanjang waktu siang dan malam dalam kondisi duduk, berdiri dan berbaring.

2. MANUSIA

Toha 122 : PILIHAN TUHAN

Al- Baqarah 30 : WAKIL TUHAN

Al- Ahdzab 72 : PENGEMBAN AMANAH ( KEBEBASAN + Resiko )

Kesimpulan :

Manusia adalah makhluk teristimewa ciptaan Tuhan. Artinya semua manusia apapun itu strata sosialnya, kedudukannya, pekerjaannya, sukunya, adatnya atau apapun saja aslinya manusia itu sudah dipilih. Diamanati oleh Tuhan. Untuk apa ? Untuk mewakili Tuhan memakmurkan bumi maka manusia disebut Kholifatulloh.

Drama manusia yang akhirnya dipilih ternyata metafora sekali, Allah menawarkan tugas itu kepada Bumi, Gunung dan sebagainya tetapi mereka enggan memikulnya karena tahu bahwa amanat ini amat berat. Tetapi manusia berani memanggulnya. Dan sindiran Allah pun tegas bahwa manusia itu dzolim dan bodoh. Hal ini justru pesannya menjadi terbalik artinya kalau kita memegang amanat itu yang juga punya hak memilih dan risiko ( pahala dan dosa ) maka bekal kita adalah jangan bodoh dan jangan dzolim.

Berarti manusia bukan makhluk yang statis. Ia adalah makhluk yang dinamis dan berkembang yang jika dijabarakan kedinamisan ini harus mengarah ke hal yang lebih baik. Hijrah terus menerus ke hal yang lebih baik lagi dan lagi. Belajar terus menerus.

3. MANUSIA : AKTUS DAN POTENSIA

Dunia Barat dari sisi Sains memang luar biasa tetapi hanya naturalisme mutlak ( Hanya mengandalkan rasio belaka ) yang jangan dikira hanya mengandalkan rasio ini bagus justru akan memunculkan eternal recurrence ( keterulangan abadi ) yang akhirnya membuat manusia layaknya robot yang justru mengabaikan batin sehingga munculah materialistik. Akhirnya diranah psikisnya Orang yang hanya mengandalkan rasio akan konflik terbuka dengan dirinya sendiri. Efek parahnya adalah orang demikian akan egois, rakus dan kerja keras yang goalnya hanya dunia. Cara pandang demikian ini Ibaratnya hanya Lari Sprint tetapi mereka lupa bahwa harusnya pemikiran dan cara pandang hidup kita adalah lari marathon. Harus punya pandangan yang jauh sampai ke akhirat. Efek Marathon adalah manusia akan percaya diri, tidak mudah stress dan selalu optimis dalam hidup.

Dunia Timur juga punya kelemahan, walau sudah berfikir secara marathon tetapi kepengin instan. Fokusnya mistikisme secara berlebihan akhirnya berfikirnya tidak logis dan juga anti kebudayaan. Atau jika dijabarkan secara sederhana sepertinya banyak yang salah sangka dengan takdir. Apa yang ia sangka takdirnya padahal belum tentu takdirnya menurut Allah. Kepasrahan akut, kemalasan, keminderan dan juga kedzoliman dibilangnya takdir padahal itu hanyalah pelarian saja dari kemauan untuk bekerja keras, berfikir cerdas dan juga penguatan Iman. Inilah kesalahan memaknai takdir.

Sebab Kemunduran Islam bisa berasal dari Gerakan Rasionalisme ( Hanya mengandalkan rasio ) kalau di Islam munculnya gerakan Liberal yang memunculkan gagasan-gagasan baru atau memancing persoalan tanpa memikirkan solusinya. Sibuk debat, berbicara kontroversi, atau menambah ide baru tanpa pernah difikirkan solusinya. Kurang produktif. Efek selanjutnya adalah Kelompok Konservatif akan semakin responsif dengan gerakan Rasionalisme sehingga kelompok ini semakin defensive. Mentalnya menjadi pesimis misalnya ungkapan tidak apa-apa di dunia sengsara yang penting di akherat sukses. Mengapa kita putus asa? Seharusnya mental kita adalah di dunia harus sukses dan di akherat juga harus sukses. Mental defensive ini juga memunculkan pemahaman bahwa orang tersebut putus asa dengan kebaikan. Sehingga melawan keburukan dengan keburukan. Jika diibaratkan oleh Al Ghozali adalah Orang ingin mencuci pakaian tetapi menggunakan air kencing. Mental demikian menandakan bahwa ia sudah kadung putus asa dengan kebaikan. Efeknya adalah kejahatan ia lawan dengan kejahatan yang ia sangka itu kebaikan.

Efek besar dari konservatif devensif adalah masyarakat diorganisasikan secara besar, semuanya diatur sedemikian rupa. Mulai cara berpakaian sampai cara kegiatan lainnya diatur hal ini akan menghilangkan sifat indufidualisme yang kreatif. Hal ini pun justru telah mematikan proses ijtihad. Manusia akan kaku dan terlalu formalistik.

Sebab lainnya adalah munculnya asketisme yakni orang yang menghilangkan jati dirinya dan melarikan diri dari dunia. Ibaratnya Orang mencari Tuhan setelah menemukan Tuhan ia lupa dengan dunia dan tidak mau berusaha memperbaiki dunia. Padahal Nabi Muhammad SAW setelah ke Sidratul Muntaha adalah kembali ke dunia dan berusaha memperbaiki dunia. Jika diambil gagasannya adalah Manusia yang lulus secara HambaAllah dan juga Khalifatulloh. Jika di sufi ada pandangan Pantheistik yang menghilangkan indifidu dan tidak mau mengurusi dunia. Ibaratnya ia sudah menjadi Allah padahal Allah menyuruh kita sebagai Khalifatulloh.

4. EVOLUSI KEHIDUPAN KEAGAMAAN

Iman menurut Iqbal dalam hal keagamaan adalah tahap awal dari tiga masa kehidupan keagamaan yaitu Iman ( Faith ), Berfikir ( Thought ), dan Menemukan ( Discovery ). Ketiga masa kehidupan keagamaan ini tidaklah bisa berdiri sendiri semuanya saling mendukung dan bertahap. Jika mandeg dalam Iman akan menghilangkan indifidualitas maka dengan bekal dasar rasionalitasnya manusia akan mengenali kekurangan dan kelebihan realitas dan akan menyadari adanya bentuk tertinggi akal yaitu intuisi yang dengannya ia akan menemukan realitas mutlak. Dengan demikian penemuan Tuhan tidak memutus jaringan-jaringan logis.

Merasionalkan iman bukan berarti menganggap filsafat lebih unggul dari agama justru hal ini akan membuat akal menemukan kebenaran dan agama akan semakin kuat. Dengan berfilsafat yang bertumpu pada keagamaan hal ini akan menambah keyakinan kepada agama jauh lebih kuat.

Pencarian landasan rasional ini dalam Islam bisa dianggap bermula dari Nabi Muhammad SAW yang berdo’a : Tuhan singkapkanlah kepadaku hakikat tertinggi segala sesuatu ( Allahumma Arina Al Asyya’ Kama Hiya )

Kebanyakan manusia tidak akan percaya diceritakan sesuatu pasti dalam akalnya ia akan mencari buktinya. Ini bukan berarti ragu-ragu tetapi jika digarisbesarkan adalah Iman kemudian analisis dan akhirnya Iman yang lebih kuat.

5. FIKIRAN TERBATAS ?

Gagasan yang mengatakan bahwa pemikiran itu terbatas sehingga dianggap tidak bisa menjangkau yang tak terbatas adalah berdasarkan kekeliruan tentang gagasan fikiran dalam pengetahuan. Padahal setiap fikiran menemukan hal yang baru ia sudah melewati batas fikirannya yang semula. Artinya fikiran tidak bisa dibatasi dan dikurung dalam lingkaran sempit indifidualitas seseorang. Bahkan semua sains dan penemuan berawal dari fikiran yang direalisasikan dengan perbuatan. Bahkan daya fikir manusia jauh lebih jauh dari indifidualisme seseorang. Bahkan akal pun jika diteruskan bisa nyambung ke intuisi, ilham sampai Nur Muhammad. Akal bisa sampai ke yang tak terbatas sebab akal berasal dari yang tak terbatas yang mengungguli indifidu-indifidu.

6. ANTI ESENSIALISME

Adalah manusia merupakan pembuat nasibnya sendiri. Tidak ada yang universal dalam kehidupan ini sebab kehidupan realitas adalah proses evolusioner dan bertujuan. Artinya setiap saat manusia akan berubah. Ibaratnya kita berucap Hidup saat kita berkata Dup dengan sendirinya Kata Hi sudah menjadi masa lalu. Kita adalah sekarang ini artinya apa yang kita eksistensial maka itulah diri kita. Hal ini akan membuat kita menjadi manusia yang sadar dengan kemanusiaannya yang bebas tetapi bertanggungjawab dengan perannya sebagai manusia. Artinya setiap individu harus menemukan makna hidup dalam pengalamannya sendiri.

7. EGO / KHUDI

Ego secara harfiah berarti diri “self”. Secara garis besar ego adalah kemandirian, personalitas dan individualitas. Ciri ego adalah kesendirian yang esensial. Misalnya : Nikmat, sehat, sakit itu khas milik indifidu. Mungkin dokter tahu kita sakit tetapi yang bisa merasakan sakit tetap diri kita. Kita harus bisa menemukan siapa diri kita. Apa passion kita. Apa bakat kita. Lalu setelah kita menyadari ego kita maka kita harus fokus dan telaten disitu sampai kita menjadi ahli.

Sifat Dasar ego adalah kebebasan dan kreatifitas. Dua hal ini sangat dianjurkan dalam Islam sebab terutama karena dua hal : Berakhirnya risalah dan mandegnya ijtihad. Umat islam butuh manusia yang berfikir bebas dan berfikir kreatif. Dua hal ini setubuh sebab bebas tanpa kreatif adalah kosong sedangkan kreatif pasti juga butuh kebebasan.

Setelah kita menyadari keegoan kita. Setelaah kita menyadari passion kita. Setelah kita menyadari bakat kita. Maka kita harus memiliki Variabel Ego yakni Sifat Percaya diri, Sifat Menghargai diri, Sifat Yakin kepada diri, Sifat Menjaga diri dan Sifat Penegasan Diri. Didalam perjuangan bakat dan passion kita maka variable ego harus dikuatkan terus menerus

8. PENGUAT DAN PELEMAH EGO

Untuk memperkuat Ego ada enam yakni cinta ( isyq), Faqr, Semangat dan Keberanian, Toleransi ( Tenggang Rasa), Kasb al-halal ( Berusaha yang Halal) dan Bekerja Orisinil serta kreatif.
Faktor-faktor yang melemahkan ego manusia dan menjadikannya manusia yang buruk yaitu1. rasa takut dan kurang pede, 2. Sual atau meminta-minta atau bergantung terhadap orang lain,3. Slavery ( Diatur-atur orang), 4. Rasa bangga terhadap bibit bebet bobot secara membabi buta.

9. EGO DAN BUTUH BERMASYARAKAT

Ego itu hanya dapat berkembang baik jika tidak menyendiri tetapi harus bergaul dengan ego-ego yang lain yakni kita butuh bermasyarakat.
Kegiatan-kegiatan pribadi yang ditujukan kepada kegiatan sosial akan saling menguntungkan karena ego secara individu tidak akan mencapai kemungkinan-kemungkinan yang lebih luhur kecuali melibatkan ego dengan tujuan-tujuan sosial. Itu Artinya ego harus melebur dalam kegiatan bermasyarakat. Jadi, manusia harus ambil kontribusi positif dan produktif dalam masyarakat

10. EVOLUSI EGO MENUJU INSAN KAMIL

Ego bisa menuju Insan Kamil dengan cara : ia patuh kepada hukum ( Di Luar diri), atau mengontrol diri sebagai bentuk tertinggi dari kesadaran diri ( Di dalam diri), akhirnya manusia akan menyadari bahwa ia wakil Tuhan di dunia sebagai cita-cita utama dari manusia sempurna ( Khalifatulloh )

Akhirnya, Penulis menganggap bahwa buku ini amat penting bagi peminat kebangkitan Islam, Sejarah Islam, serta upaya membangun paradigma islam secara lebih utuh dan jeli. Jika anda seorang revolusioner dalam islam maka anda harus membeli buku ini. Anda siap membuka cara pandang baru dan sudut pandang baru, bukan ? Buku ini menjawab hal itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s