Oase ke-2 : Saling Mengenal dan Meraih Ketakwaan

oleh : Em Amir Nihat

يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوْا ۗ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَ تْقٰٮكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 13)

Mari kita belajar dari ayat ini. Mari kita sejenak tinggalkan identitas kita untuk sama-sama mengakui bahwa kita manusia. Mari kita akui bahwa siapapun orangnya, apapun sukunya, apapun rasnya dan apapun agamanya bahwa ia adalah manusia. Makhluk ciptaan Allah SWT.

Allah memberikan penekanan pada kata Sungguh. Artinya memang Allah tidak main-main. Allah serius. Allah menyuruh kita untuk saling mengenal. Saling menyapa. Saling menghormati. Saling menjaga perdamaian. Saling menjunjung kemanusiaan.

Jangan sampai kita mentang-mentang mayoritas menjadi superior, menjadi sewenang-wenang ataupun berlaku tidak adil. Demikian sebaliknya.

Jangan sampai gara-gara kita beda suku, beda partai, agama ataupun lainnya kita menjadi arogan dan sewenang-wenang sebab Allah menyuruh kita untuk mengenal.

Mengenal artinya kita memahami persatuan ditengah perbedaan. Mau menyadari perbedaan tanpa kita terpengaruh perbedaan. Mau mengalahkan ego pribadi dan menerima perbedaan yang ada. Mau menjunjung kemanusiaan ditengah kisruh perbedaan. Bahkan kalau kita marah dan membenci bisa jadi kita lupa bahwa Allah menyuruh kita untuk mengenal.

Mengenal juga artinya berteman. Maka carilah teman sebanyak-banyaknya. Carilah pengetahuan dari teman sebanyak-banyaknya. Dengan begitu kita mengenal dan karakter setiap orang. Ambil jika itu baik dan buang jika itu buruk tanpa kita mencari musuh dan memutus pertemanan.

Setelah kita menyadari kemanusiaan kita dan menyadari tugas manusia yakni disuruh untuk saling mengenal.

Maka kita kembali ke identitas kita. Lagi-lagi Allah memberikan penekanan dengan kata Sungguh. Yang Berarti Allah serius. Allah tidak main-main. Bahwa yang paling mulia adalah yang bertaqwa.

Disini kita akan menyadari peran umum sebagai manusia dan peran khusus sebagai Orang Islam. Bahwa sebagai manusia kita dituntut untuk saling mengenal dan sebagai Orang Islam kita dituntut untuk menjadi orang yang bertakwa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s