Bulan: Juli 2018

Generasiku

oleh : Em Amir Nihat Generasiku tak mengenal alam semesta Gadget dan kebahagiaan mata terlanjur memperkosa Kurang peka, Kurang Perduli Sesama Generasiku tak mengenal alam raya Persaksian bentrok kepemimpian santapannya Kurang Baca, Banyak Bicara Generasiku tak mengenal orangtua Miskin Pemikiran pada Badai Asimetris Global Terkena Pecut Tirani Begundal Generasiku miskin ekspresi rasa Kemelut zaman di … Lanjutkan membaca Generasiku

Iklan

Oase ke 5 : Bagaimana Media Mengadu Domba Umat Islam

oleh : Em Amir Nihat Media sangat berperan penting untuk mengedukasi tetapi disisi lain media bisa dijadikan alat perpecahan ( alat propaganda ). Umat Islam harus faham betul bahwa ketika ulama ditarungkan pendapatnya dengan ulama hanya akan menimbulkan gesekan. Padahal solusi paling bijak adalah ulama yang berseberangan itu dipertemukan sehingga bisa ditemukan mana persamaan dan … Lanjutkan membaca Oase ke 5 : Bagaimana Media Mengadu Domba Umat Islam

Oase ke 4 : Lakukan lalu Lupakan

oleh : Em Amir Nihat Berbuat kebaikan harus punya niat dan tekad yang kuat yakni lakukanlah kemudian lupakan. Sebab kebaikan yang kita lakukan bukanlah kebanggaan tetapi kesemestian alias sebuah kewajaran biasa. Kebaikan bisa cacat jika saja kita merasa berjasa kepada orang lain. Baru kalau itu kemaksiatan maka kita perlu merenunginya matang-matang supaya jangan melaksanakan lagi. … Lanjutkan membaca Oase ke 4 : Lakukan lalu Lupakan

Oase ke – 3 : Syahadat Sepanjang Hayat

oleh : Em Amir Nihat Syahadat adalah persaksian dan pembuktian. Kita memang telah mengucapkan syahadatain yakni bersaksi kepada Allah dan bersaksi kepada Nabi Muhammad SAW. Tetapi apakah kita telah melaksanakan syahadat secara dhohir maupun batin ? Jika kita runtut ini sebenarnya adalah hubungan cinta dan kepatuhan. Untuk mendapatkan CintaNya Allah otomatis kita harus melewati Jalan … Lanjutkan membaca Oase ke – 3 : Syahadat Sepanjang Hayat

Membela Perempuan

oleh : Em Amir Nihat Anggun, sutra dan di bukit rimbun pohon kaktus Dua penjaga mendekap dalam cakap Larut buaian tiarap dentuman sigap Kau kukenang seperti aroma wewangian surgawi Sesekali menjalar pada benalu-benalu Merobohkan bangunan itu dengan seperjuta purnama Mengkokohkan singgasana magnetik Perempuan berkalung cinta Genggamlah hati putra Adam dengan bijaksana Aku perlu tinjumu juga … Lanjutkan membaca Membela Perempuan

RKB 21 : Membela Perempuan

oleh : Em Amir Nihat Chairil tampak marah. Wajahnya berubah memerah saat mendengar ada teman perempuannya yang baik-baik diperkosa oleh lelaki bajingan. Bagaimanapun ini tindak asusila dan ia tak bisa menerima perlakuan semacam ini. Hukuman penjara sangat tidak seimbang daripada beban yang diterima korban sebab ia menangungnya seumur hidup. Tentu ini seharusnya membuat semua wanita … Lanjutkan membaca RKB 21 : Membela Perempuan

Oase ke-2 : Saling Mengenal dan Meraih Ketakwaan

oleh : Em Amir Nihat يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوْا ۗ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَ تْقٰٮكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling … Lanjutkan membaca Oase ke-2 : Saling Mengenal dan Meraih Ketakwaan