Belajar dari Dakwah Sunan Kalijogo : Anglaras ilining banyu angeli, ananging ora keli. Uninga sucining gandaning Nabi

oleh : Em Amir Nihat

Anglaras ilining banyu angeli, ananging ora keli. Uninga sucining gandaning Nabi. Pesan dari Sunan Kalijaga juga embrio strategi dakwah para walisongo. Jika kita artikan ke Bahasa Indonesia berbunyi “Menyesuaikan diri dengan mengalirnya air tetapi tidak terbawa arus. Selalu ingat kesucian ajaran Nabi.”

Ini merupakan strategi dakwah yang brilian dan mendalam. Bukan yang konfrontatif dan mendobrak dari luar sebab jika melakukan dakwah sementara yang didakwahi juga punya ajaran / kekuatan maka cara mendobraknya harus dari dalam dulu. Ikuti pelan-pelan sambil menyaring mana yang baik dan mana yang buruk terus menerus memasukinya dengan nafas-nafas islami. Dan strategi ini terbukti berhasil sebab mengajak dengan pelan-pelan dan membujuk dengan kesabaran dan keramahan. Memasukan nafas-nafas Islami. Silakan belajar strategi walisongo utamanya Sunan kalijaga. Disana kita akan melihat cara kesantunan, keramahan, dan brilian dari para walisongo.

Bayangkan jika menggunakan cara revolusioner yang mendobrak dari luar. Memakai jalur kekerasan, perlawanan dan perang maka mungkin saja berhasil tetapi untuk menumbuhkan kesadaran total memasuki Islam bisa saja bertahan hanya satu generasi sebab yang diperangi hanya fisiknya bukan pemikirannya. Malah bisa jadi akan muncul dendam dalam hati dari generasi ke generasi sebab merasa kalah perang kalah martabat. Yang tumbuh bukan kesadaran BerIslam tetapi bagaimana caranya balas dendam dengan Islam. Mendobrak pemikiran adalah strategi sesungguhnya. Sebab jika kesadaran Islam sudah tumbuh dengan sendirinya masyarakat akan membentuk Islamnya.

Nabi Muhammad SAW juga melakukan demikian. Dakwah dari pintu ke pintu. Dari hati ke hati. Dari sembunyi-sembunyi kemudian terang-terangan. Beliau lebih menekankan aspek hati artinya beliau ingin menyentuh hati nurani manusia sehingga masuk Islam pun muncul dengan kesadaran total. Kisah Nabi menjenguk orang yang melempari beliau dengan kotoran binatang, Kisah Nabi memaafkan pembunuh paman beliau, Kisah Nabi memberi pada pengemis buta dan puncaknya adalah fathul mekkah. Dimana goalnya adalah perdamaian dan manusia memasuki Islam dengan berbondong-bondong secara penuh.

Kita bisa belajar dari Cordoba dan Andalusia cara peperangan memang berhasil tetapi hanya akan bertahan beberapa generasi kini Spanyol telah menjadi milik Katolik dan Kristen, lain jika menggunakan dakwah pemikiran yang diperangi adalah mindset orang tersebut supaya kesadaran BerIslam tumbuh dari dalam hatinya.

Negeri kita ini yang dulunya adalah beragama Animisme, Budha, Hindhu bisa masuk Islam sebab dakwahnya menggunakan kesantunan dan kesabaran. Pelan-pelan ikuti tanpa harus terpengaruh sambil pelan-pelan memasuki nafas-nafas Islam. Dakwahnya bukan menggunakan peperangan meskipun ada sebagian kecil harus terjadi peperangan.

Selaras dengan ajaran Sunan Kalijogo yakni kita harus mengikuti perkembangan zaman tetapi harus dipilah dan dipilih dan sebisa mungkin kita masuki nafas-nafas Islam. Angeli nanging ora keli. Kuncinya adalah selalu ingat ajaran suci Nabi Muhammad SAW bahwa tujuan mulia beliau adalah sebagai rahmat seluruh alam dan juga sebagai penyempurna akhlak manusia. Islam yang santun. Islam yang melindungi. Islam yang mengayomi. Islam yang toleransi. Islam yang memberi ruang lingkup tanpa harus terpengaruh lingkup.

Iklan