Bulan: Mei 2018

Seri Ramadhan : Puasa dari Kemewahan dan Kemegahan

oleh : Em Amir Nihat Masjid megah itu berbicara kepadaku Ia malu telanjang di tengah semarak kemiskinan kota Berlomba kemewahan ibadah pribadi Durhaka mata memandang sosial realiti Sepenggal kata-kata itu wujud bagian rasaku. Ada sesuatu yang diam-diam menyelinap ke impian-impian ibadah tiap muslim. Hal itu sangat bagus jika kepekaan antara ibadah pribadi seimbang dengan kepekaan … Lanjutkan membaca Seri Ramadhan : Puasa dari Kemewahan dan Kemegahan

Iklan

Aku Merindukanmu

oleh : Em Amir Nihat Pagi romantis ku menyorong rembulan atas kasihMu Tetes demi tetes embun ketentraman bertiup dari ufuk menara Ku bayangkan sosok yang bersahaja Yang tidak tega melihat umatnya menderita Yang sedih melihat umatnya terlunta Yang manusia paling manusia Yang kasih sayangnya melampaui sepanjang zaman Aku terlunta-lunta di bumian ini kekasih Bagaimana aku … Lanjutkan membaca Aku Merindukanmu

Belajar dari Dakwah Sunan Kalijogo : Anglaras ilining banyu angeli, ananging ora keli. Uninga sucining gandaning Nabi

oleh : Em Amir Nihat Anglaras ilining banyu angeli, ananging ora keli. Uninga sucining gandaning Nabi. Pesan dari Sunan Kalijaga juga embrio strategi dakwah para walisongo. Jika kita artikan ke Bahasa Indonesia berbunyi “Menyesuaikan diri dengan mengalirnya air tetapi tidak terbawa arus. Selalu ingat kesucian ajaran Nabi.” Ini merupakan strategi dakwah yang brilian dan mendalam. … Lanjutkan membaca Belajar dari Dakwah Sunan Kalijogo : Anglaras ilining banyu angeli, ananging ora keli. Uninga sucining gandaning Nabi

Seri Ramadhan : Puasa Sebagai Momen Berbenah Diri

oleh : Em Amir Nihat Semoga puasa kali ini sebagai momen terbukanya hati kita untuk jujur lahir batin untuk mau berbenah diri. Jangan sampai puasa kita hanya sebatas puasa menahan lapar dan dahaga karena sungguh rugi benar jika hanya ada pada taraf itu saja. Semoga kita juga bisa mempuasakan lidah kita untuk puasa dari perkataan … Lanjutkan membaca Seri Ramadhan : Puasa Sebagai Momen Berbenah Diri

Tetes 95 : Serangan Pertama Gunjingan

oleh : Em Amir Nihat Jika kita mau teliti ada pola saat seseorang sebagai penyebar gunjingan. Yakni kita harus peka serangan pertama gunjingan ini sebab seringkali kita setujui dan malah ikutan menggunjing. Karena memang menngunjing/ ngomongin kejelekan orang lebih gurih dan renyah daripada ngomong kebaikan orang. Solusi yang cerdas adalah kita harus sadar pada ucapan … Lanjutkan membaca Tetes 95 : Serangan Pertama Gunjingan

Seri Ramadhan : Drama Musiman Islam Ketika Ramadhan

oleh : Em Amir Nihat Harus diakui bahwa tontonan adalah jualan. Jualan berangkat dari pangsa pasar. Pangsa pasar berangkat dari musiman. Wal hasil Bulan Puasa menjadi ajang jor-joran televisi membungkus acaranya supaya terlihat “lebih ngislami”. Boleh dibilang Bulan Puasa/Bulan Ramadhan kita akan menemukan suatu kondisi seolah-olah dikepung oleh yang berbau “islam”. Meskipun secara hakikatnya jelas … Lanjutkan membaca Seri Ramadhan : Drama Musiman Islam Ketika Ramadhan