Rapat Raksasa Global Menguasai Negeri Garuda

oleh : Em Amir Nihat

Ada rapat besar di gedung mewah nan megah. Mereka adalah lima orang yang memegang kendali dunia. Peraturan dan fatwa mereka harus di-iya-kan para Negara-Negara sebab kalau menolak bisa terjadi perang. Bom Nuklir akan memuntahkan kengeriannya dan membunuh berjuta-juta nyawa. Lima orang ini adalah adikuasa global dan pencetus ekonomi raksasa global. Bisa kita bayangkan jika Negara-Negara melawan fatwa mereka tentu dengan kekuatannya bisa-bisa Negara yang membangkang itu akan dibombardir. Lima orang ini menyangka dirinya Tuhan atas sepuluh milyar manusia penduduk bumi. Mereka bergerak rahasia. Mereka fir’aun abad ini.

“Mister A. Bagaimana agenda melumpuhkan Negeri Garuda sudahkah berhasil? Apakah rencananya sudah mulai menemukan titik terang?” Tanya Mister X

“Negeri Garuda dengan populasi manusia terbanyak ke empat di bumi ini, mereka adalah golongan yang mudah kita taklukan. Aku sudah menyebarkan fatwa adu domba pada agen Z. Aku juga menyuruh Mister M untuk menguasai ekonomi dagang mereka.” Jawab Mister A

“Bisa dijelaskan lebih detail. Strategi adudomba yang bagaimana. Strategi penguasaan ekonomi yang bagaimana.”

“Negeri Garuda adalah mayoritas kaum beragama. Ada lima agama besar yang terbesar adalah Muslim karena terbesar Muslim punya pagar yang kuat untuk mengalahkan pion yang kecil buatan kita. Untuk menyalakan sumbu adu domba itu Saya memakai strateginya Mister D. ‘Kaum beragama yang radikalis akan muncul jika Tuhan-Tuhan mereka diserang. Simbol-simbol mereka diserang.’ Kita acak-acak mereka menggunakan ini. Kita tarungkan simbol agama antar simbol agama. Agama vs agama. Ulama Vs Ulama. Saya yakin sedikit dari mereka yang mempunyai pandangan bahwa sebenarnya kitalah yang mengacak-acak kebhinekaan mereka. Mereka hanya terpaku pada anggotanya dan cenderung anti kepada yang bukan anggotanya. Lima tahun lagi saya yakin Negeri Garuda ini akan hancur. Seperti halnya Negara Timur Tengah yang kita sukses mengacak-acak mereka. Sedikit dari mereka yang memangku kebersamaan.”

Kini Mister M Sang konglomerat nomer wahid dunia akan membicarakan strategi dagangnya.

“Daripada di Timur Tengah, srategi dagang disini meledak. Gila-gilaan. Sebagian besar masyarakatnya adalah Pecinta gengsi, tren dan konsumerisme nomer kedua di dunia. Propaganda konsumerisme telah mengakar jauh sebelum kita memasukan dagang kita. Dimulai dari dagang elektronik, sandang, property, pernak-pernik dll kebanyakan mereka cenderung memilih gengsi. Saya cukup menawarkan propaganda ala Mister D. ‘Jika ingin menguasai negara maka kuasaialah ekonominya. Jika ingin menguasai ekonominya maka buatlah masyarakatnya hedonis dan bersifat konsumerisme.’ Mereka akan berfikir bahwa semakin gaya semakin maju semakin punya barang mewah semakin megah. Mereka bangsa pengekor dan lupa menjadi bangsa perekor. Kita yang membikin barang dan hasil mentah milik mereka untuk kemudian kita olah dan dijual kepada mereka. Mereka tidak sadar dan filsafat jual beli mereka adalah membeli atas dasar keinginan lebih utama daripada membeli atas dasar kebutuhan. Filsafat buruk mereka telah membawa kita ke jutaan barang-barang dan sumberdaya alam.”

Mister X Sang Pemimpin tersenyum mendengar jawaban dari Mister A dan Mister M.

Mister D Sang Martir Lapangan mempunyai data-data untuk dibeberkan kepada Lima God ini.

“Strategi kita memang berjalan tetapi ada dua hal yang mengganjal. Pertama. Selama slogan mereka masih bhineka tunggal ika yakni berbeda-beda tetap satu jua maka sulit rasanya memuluskan agenda ini. Maka dari itu kita harus melemahkan hal ini. Buat mereka tidak percaya diri dengan bangsanya. Buat mereka tidak percaya dengan Negaranya. Jika Negara Kesatuan itu bubar, kita akan mudah menjarah bangsa itu.”

Kedua. Jauhkan pemuda-pemudinya dari para tetua dan sesepuh. Buat mereka menikmati hedonisme dunia dan gemerlap dunia. Buat mereka meninggalkan TuhanNya meskipun prinsip BerTuhan akan melekat pada mereka walau sebatas simbol. Banyak dari mereka yang tidak merasa bersalah dan tidak takut kalau meninggalkan kewajiban tetapi mereka akan cepat marah jika simbol-simbol agama mereka diserang. Kita harus main di area ini. Kita acak-acak mereka dan adudomba. Kita suda menaruh 10 juta intel di media sosial untuk mengkompori dan mengadu domba mereka sehingga mereka jadi saling tarung menyangka saling dihinakan. Dari kasus agama, suku, adat, sampai politik sudah kita pasang semua”

Kesepakatan itu sudah deal. Mereka akan membuat pemuda-pemudi bangsa itu menjauhi Tuhan dan menciptakan sifat hedonisme dan konsumerisme secara masif baik di desa-desa maupun di kota.

Sayangnya Organisasi Raksasa Global itu lupa bahwa ada tentara-tentara berpeci hitam dan sarungan sudah kadung deal dengan Negeri Garuda. Para pemuda ini bukan hanya sangat agamis bahkan sangat nasionalis. Organisasi super jahat macam itu yakin siap menghadapi mereka ?

Iklan