Bulan: Februari 2018

Kerajaan mBuruhisme 2

oleh : Em Amir Nihat Kerajaan mBuruhisme meskipun dari luar terlihat biasa saja namun dari dalam diri manusia-manusia/ rakyat mBuruhisme menyimpan perasaan kecewa luar biasa. Raden Prapanca pun mengakui bahwa kini walau adem-adem saja tapi ada geliat persaingan kekuasaan. Baik itu urusan serikat “suarabumi” maupun perebutan tampuk penjaga logistik kerajaan. Empu Lodaya sebagai tetua di … Lanjutkan membaca Kerajaan mBuruhisme 2

Iklan

Tetes 72 : Motto Nihat ( Niat, Usaha, Semangat)

oleh : Em Amir Nihat Pertama, kita harus mengakui bahwa segala yang terjadi baik itu nasib baik maupun buruk adalah tertulis. Karena kasih sayangNya, Tuhan merahasiakan akan hal itu. Untuk apa? Supaya kita mau berikhtiar. Supaya kita berusaha. Supaya kita bekerja. Bayangkan jika semua sudah tahu nasibnya masing-masing bisa-bisa dunia akan timpang dan dunia tidak … Lanjutkan membaca Tetes 72 : Motto Nihat ( Niat, Usaha, Semangat)

RKB 17 : Cinta itu Telah Pergi (Hujan Tangis)

oleh : Em Amir Nihat Mendengar Aita mau menikah membuat Chairil pingsan seketika. Badannya rapuh dan suasana hatinya remuk. Orang yang selama ini ia cintai dan sewaktu kecil pernah dicita-citakan mau menikah dengannya lengkap bagai butiran debu yang berterbangan. Mungkin karena tidak sempat atau tidak berani mengungkapkan perasaan karena takut atau karena merasa lebih rendah … Lanjutkan membaca RKB 17 : Cinta itu Telah Pergi (Hujan Tangis)

Arjuna Bukan hanya Lelaki, Siti Nurbaya Bukan hanya Perempuan

oleh : Em Amir Nihat Perkara Cinta bisa jadi sebuah perkara yang mudah bagi sebagian orang, namun sebagian lagi justru terasa rumit dan memusingkan kepala. Sebab mencintai bukan hanya soal rasa, banyak faktor lain yang menunjang atau menghambat sebuah bangunan yang bernama cinta itu bisa terlaksana. Bagi kalangan Arjuna tentu cinta sangat mudah. Hanya to … Lanjutkan membaca Arjuna Bukan hanya Lelaki, Siti Nurbaya Bukan hanya Perempuan

Tetes 71 : Cari Makan Tujuannya Sama

oleh : Em Amir Nihat Inti dari mengapa manusia makan adalah karena lapar. Jadi sebenarnya apapun makanan dan minumannya semua niatannya sama, sedangkan enak atau tidak enak adalah perkara prasangka dan naluri manusia yang intinya sama yakni karena lapar. Jadi, makanan apapun namanya ujungnya sama. Apapun minumannya ujungnya sama. Tujuan akhirnya sama saja. Manusia terlalu … Lanjutkan membaca Tetes 71 : Cari Makan Tujuannya Sama