Bulan: Desember 2017

Tetes ke-50 : Agama Kekosongan

oleh : Em Amir Nihat "Beragama hanya pakai rasio ia menjadi egoistik karena hanya perduli dirinya sendiri, kalau orang lain sengsara sakit menderita tidak masuk daftar fikirannya karena yang penting bagi dirinya asal diri sendiri ibadah sedang yang lain neraka biarin saja. Seharusnya beragama juga memakai rasa supaya bisa menyadari bahwa agama adalah baik kepada … Lanjutkan membaca Tetes ke-50 : Agama Kekosongan

Iklan

Tetes ke-49 : Hobi Terbalik

oleh : Em Amir Nihat " Kita lebih hobi menuding-nuding kesalahan dan dosa pada orang lain daripada introspeksi diri akan dosa pribadi, sembari GeEr dapat pahala sebanyak-banyaknya untuk diri sendiri. Kita lebih senang menjelekan dan meremehkan orang lain sambil membanggakan diri dengan amal pribadi yang disangkanya cukup untuk menyuap Tuhan."

Tetes ke-48 : Timbangan Nikmat

oleh : Em Amir Nihat "Jangan senang dulu mentang-mentang hidup dalam masa super canggih, internet dan fasilitas mewah. Justru ini bisa jadi neraka kalau kita tidak memanfaatkan semua ini untuk dunia akherat. Kadar pertanggungjawaban orang pra internet dan orang yang berinternet itu beda. Semakin enak dan nikmat hidupmu di dunia, semakin berat tanggungjawabnya lho."

Tetes ke-47 : Lupa Beragama

oleh : Em Amir Nihat "Yang ditakutkan dari kaum beragama dengan kebanggaan alirannya, ilmunya dan simbolnya adalah menjadi lupa tujuan beragama yakni untuk mengenali Tuhan dan karena merasa paling benar sehingga berani merendahkan orang lain yang tidak sama dengannya, padahal agama ada tidak untuk merendahkan martabat manusia tetapi mengangkat derajat manusia melebihi malaikat."

Tetes ke-46 : Manusia Jangan Sok Menggurui

oleh : Em Amir Nihat "Sejatinya tidak ada orang alim dan pintar, hanya ada orang yang dianugerahi ilmu oleh Tuhan. Aslinya kita ini bodoh, sebab ilmu itu anugerah dari Tuhan maka cara terbijak ditularkan ke orang-orang dengan nasehat-menasehati bukan menggurui. Manusia jangan sok menggurui. Jangan lupa untuk matur suwun kepada Tuhan karena sudah dikasih ilmu … Lanjutkan membaca Tetes ke-46 : Manusia Jangan Sok Menggurui

RKB 14 : Dibalik Nama Kopi Bajingan

oleh : Em Amir Nihat Siang hari dengan terik panas yang masih menyengat hebat, Pak Cokro Cs kumpul-kumpul setelah tadi bersama-sama menunaikan ibadah sholat dzuhur berjamaah di masjid. Bukan hanya menunaikan kewajiban semata sebab bisa juga sebagai ajang silaturahmi secara langsung face to face. “Tadi kok tumben-tumben Mas Chairil sholat sunat ba'diah dzuhur. Lagi semangat … Lanjutkan membaca RKB 14 : Dibalik Nama Kopi Bajingan

Sajak Kepunyaan

oleh : Em Amir Nihat Punyaku itu punyaku Punyamu itu punyaku Punyanya itu punyaku Punyaku itu punyaku Punyaku itu bukan punyaku Punyamu itu punyaku Punyanya itu bukan punyamu Punyaku itu bukan punyaku Punyaku itu PunyaNya Punyamu itu PunyaNya