Mahatma Gandhi : Perjuangan Tanpa Kekerasan

oleh : Em Amir Nihat

Membahas Mahatma Gandhi bak merefresh fikiran kita untuk memperjuangkan sesuatu harus dengan cinta dan pengorbanan serta melakukannya dengan dasar anti kekerasan dan lebih mementingkan laku perbuatan baik. Atas usahanya inilah, India terbebas dari penjajahan Inggris. Menariknya adalah perjuangan ini sama sekali tidak menggunakan cara kekerasan melainkan cara anti kekerasan.

Setiap pahlawan punya cara melawan penjajah sesuai strateginya masing-masing. Di Cuba, Che Guevara menggunakan cara gerilya. Di Indonesia, Jendral Besar Soedirman juga melakukan gerilya. Meskipun cara perjuangannya berbeda tetapi tujuannya sama yakni kemerdekaan bagi bangsanya.

Tanpa mengecilkan perlawanan gerilya oleh tokoh pahlawan tersebut, karena bagaimanapun itu juga merupakan usaha melawan penjajah.

Justru yang menarik cara Mahatma Gandhi inilah yang membuat penulis ingin menuliskan tentang perjuangannya itu.

Perjuangannya relevan ditengah konflik dan perbedaan di tanah air kita. Bagiamanapun menyatukan dan mewujudkan toleransi di tengah keberagamaan kita sebagai bangsa Indonesia. Menyatu disini juga bukan berarti kita mengikuti ajaran atau ibadah mereka ( orang yang beragama lain atau suku lain) tetapi asas perdamaian dan “satu hati satu negara” inilah yang hendaknya menjadi sebuah acuan. Artinya ini bukanlah liberalisasi yang sumbunya menyatukan dengan penyatuan antar ibadah dalam agama. Muaranya pada lakum dinukum waliyadin. Untukmu agamamu dan untukku agamaku.

Gandhi yang beragama Hindhu berhasil menyatukan perasaan “hubbul wathon” semua kalangan. Semua agama yakni Hindhu, Muslim, Kristen, Yahudi dan lain sebagainya. Disatukan dalam wadah cinta kemanusiaan dan kesadaran untuk merdeka dari jajahan asing. Semua gotong royong bersama saling membantu sama lain tanpa mereka ikut-ikutan ibadah agama lain. Saling menghormati dan bertoleransi.

Perlawanan dengan cara anti kekerasan bukan hanya akan memalukan musuh tetapi juga akan menggugah nurani lawan. Lawan akan dipandang rendah oleh dunia internasional. Lawan akan dipermalukan. Bayangkan saja kira-kira 1000 orang India terbunuh oleh tentara bersenjata tanpa mereka melawan sedikitpun. Mereka menangung penderitaan, menanggung amarah dan siap menampung cinta umat manusia.

Bahkan startegi defensive Gandhi dengan berpuasa untuk supaya seluruh orang India mau mendengar kata-katanya agar tidak melakukan kekerasan pada tentara Inggris bahkan bila perlu menjamu mereka dengan ramah dan kesantunan. Hal inilah yang justru menjadi daya ledak yang amat besar melebihi bom atom sekalipun karena sifat kemanusiaan dari sang lawan akan tergugah dan lawan akan segan dan malu sendiri dengan kelakuan tak bermoralnya.

Ada 10 pemikiran Gandhi yang sudah mendunia :

1.Change yourself

“Kamu sendiri mesti menjadi perubahan seperti yang kamu inginkan terjadi dalam dunia ini.” Artinya setiap indifidu digugah hatinya untuk berani berjuang per indifidu karena kemerdekaan hanya bisa dilakukan jika semua bergotong royong bersama-sama satu suara yakni merdeka.

2.You are in control

“Tidak seorangpun dapat menyakitiku bila aku tidak mengijinkannya.” Kondisi ini adalah bersiap menanggung penderitaan dan mendengar keluh kesah orang lain. Tidak masalah tubuhku terluka, tidak masalah aku sakit, asalkan cita-citaku tetap hidup.

3.Forgive and let it go

“Seorang yang lemah tidak dapat menjadi seorang pemaaf.Kemampuan memaafkan hanyalah dilakukan oleh orang yang kuat.”Pada dasarnya apa yang dilakukan oleh Gandhi dengan prinsip anti kekerasannya dulu pernah dilakukan juga oleh Rosululloh SAW dengan memaafkan pembunuh pamannya dan peristiwa akhir dari Fathul Mekkah dimana semua menjadi saudara kembali. Tidak ada perang. Anehnya, yang mencontoh langkah Rosululloh malah orang Hindhu sedangkan kita sebagai umat Muslim malah kini terjebak dalam perang saudara hanya karena perpedaan-perbedaan pandangan agama. Jika kita memerangi saudara sendiri seharusnya kita malu dengan Rosululloh sebab Rosululloh memaafkan orang yang membunuh pamannya bahkan diakhir Fathul Mekkah justru bukan hanya kawan yang dimuliakan tetapi lawan juga dimuliakan.

4.Without action you aren’t going anywhere

“Satu ons tindakan nyata lebih baik daripadaa berton-ton yang hanya bersuara.” Artinya setiap diri kita masing-masing harus bisa mengamalkan apa yang didapat dari ilmunya. Diamalkan lalu disampaikan ke orang Lain. Jangan sampai ilmu itu hanya membekas di otak dan tidak menjadikan kita berubah ke arah yang lebih baik.

5.Take care of this moment

“Aku tidak tertarik untuk melihat apa yang dapat terjadi pada masa depan.Aku tertarik dengan masa kini.Tuhan tidak memberiku kendali terhadap apa yang dapat terjadi dikemudian.”Artinya Gandhi menyadari sifat kemanusiaannya, ia tidak akan sibuk memikirkan sesuatu yang belum terjadi atau malah mencari dengan ilmu nujum, ramalan atau sihir tetapi ia lebih tertarik memikirkan saat ini. Sebab saat ini adalah saatnya dia buat berjuang. Sedangkan nanti, ada orang lain yang memikul perjuangan.

6.Everyone is Human

“Aku hanyalah manusia biasa yang dapat berbuat salah seperti orang lain juga.Namun,harus kutambahkan bahwa aku memiliki kerendahan hati untuk mengakui kesalahanku dan memperbaikinya”. Artinya Gandhi menyadari sifat manusia yang bisa salah tetapi salah tidak lantas membuat dirinya cengeng dan putus asa, dengan rendah hati dia siap menerima saran dan mau memperbaikinya.

7.Persist

“Awalnya mereka meremehkanmu,kemudian mereka menertawakanmu dan melawanmu lalu engkau keluar sebagai pemenang”. Artinya Gandhi menyadari juga bahwa prinsip anti kekerasan dan berbuat baik kepada lawan adalah cara paling ampuh dalam perlawanan.Ada sebab-musababnya ,1. Lawan akan segan kepadamu 2. lawan akan malu dengan dirinya sendiri 3. Lawan akan terbuka hati nuraninya sehingga tidak tega menyakiti orang lain yang dalam hatinya pun tidak terbesit untuk melawan 4. Lawan akan memberikanmu kemanangan sebab ketulusan hatimu

8.See the Good in people and help them

“aku hanya melihat sifat-sifat baik dalam diri setiap manusia.Karena aku sendiri,tidak sepenuhnya terbebas dari keburukan,maka aku tidak akan melihat keburukan lawanku,aku hanya ingin mengetuk kebaikan di hatinya”. Artinya Sebaik-baik orang pasti punya salah dan sejahat-jahat orang pasti punya kebaikan, maka carilah kebaikannya,J angan sampai kita mengetuk isi kejahatannya karena hal itu hanya akan berdampak menjadi kejahatan dan dendam terus menerus.

9.Be congruent, be authentic, be your self

“Jadikan keselarasan antara pikiran,ucapan dan tindakan sebagai tujuanmu.Jika ketiga ini selaras,maka tujuan itu akan tercapai.” Artinya Gandhi menyadari kekuatan tekad dan niat dalam berjuang.Pikiran,ucapan dan tindakan harus selaras dengan tujuan.

10.Continue to grow and evolve

“Perkembangan alam akan terus menerus jalan,kita harus mengikuti itu tanpa lupa siapa diri kita” Artinya tantangan setiap zaman pasti berbeda-beda harus siap strategi dan mental tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. Dan harus ingat siapa diri kita supaya kita tidak terjajah dengan cara pandang yang justru menjerumuskan kita ke jurang perpecahan dan peperangan.

Sepuluh Asas ini bisa kita komparasikan pada zaman kita ini, sebagai Muslim kita harus yakin dengan kemuslimannya. Tidak boleh goyah iman. Tidak boleh ingkar dari keimanan. Perjuangan harus terus berjalan. Mejaga nilai luhur kemanusiaan, mencintai manusia, memuliakan manusia karena kita semua adalah manusia.

Iklan

2 tanggapan untuk “Mahatma Gandhi : Perjuangan Tanpa Kekerasan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s