Seri Ramadhan : Puasa Sebagai Momen Berbenah Diri

oleh : Em Amir Nihat Semoga puasa kali ini sebagai momen terbukanya hati kita untuk jujur lahir batin untuk mau berbenah diri. Jangan sampai puasa kita hanya sebatas puasa menahan lapar dan dahaga karena sungguh rugi benar jika hanya ada pada taraf itu saja. Semoga kita juga bisa mempuasakan lidah kita untuk puasa dari perkataan … Lanjutkan membaca Seri Ramadhan : Puasa Sebagai Momen Berbenah Diri

Iklan

Tetes 95 : Serangan Pertama Gunjingan

oleh : Em Amir Nihat Jika kita mau teliti ada pola saat seseorang sebagai penyebar gunjingan. Yakni kita harus peka serangan pertama gunjingan ini sebab seringkali kita setujui dan malah ikutan menggunjing. Karena memang menngunjing/ ngomongin kejelekan orang lebih gurih dan renyah daripada ngomong kebaikan orang. Solusi yang cerdas adalah kita harus sadar pada ucapan … Lanjutkan membaca Tetes 95 : Serangan Pertama Gunjingan

Seri Ramadhan : Drama Musiman Islam Ketika Ramadhan

oleh : Em Amir Nihat Harus diakui bahwa tontonan adalah jualan. Jualan berangkat dari pangsa pasar. Pangsa pasar berangkat dari musiman. Wal hasil Bulan Puasa menjadi ajang jor-joran televisi membungkus acaranya supaya terlihat “lebih ngislami”. Boleh dibilang Bulan Puasa/Bulan Ramadhan kita akan menemukan suatu kondisi seolah-olah dikepung oleh yang berbau “islam”. Meskipun secara hakikatnya jelas … Lanjutkan membaca Seri Ramadhan : Drama Musiman Islam Ketika Ramadhan

Seri Ramadhan : Puasa adalah Training untuk Manusia

oleh : Em Amir Nihat Marhaban ya Ramadhan. Seperti Ramadhan-Ramadhan yang sebelumnya, gambaran sederhananya adalah awal Ramadhan masyarakat sangat welcome dengannya bahkan seperti akan menyambut tamu yang sudah lama tidak berjumpa, masjid-masjid ramai sekali dengan orang yang beribadah sehingga banyak yang menginginkan alangkah indahnya kalau semua jadi Bulan Ramadhan. Namun nanti dipertengahan bulan ramadhan bagaikan … Lanjutkan membaca Seri Ramadhan : Puasa adalah Training untuk Manusia

Tikus Zaman Now

oleh : Em Amir Nihat Musim panen padi telah tiba, Prokul yang sedang menikmati ac alami yakni semilir angin di tepian sawah dengan bangga meminum kopi dan rokokan serta lomba juara makan gorengan. Mungkin hal seperti ini sangat diinginkan orang kampung yang diperantuan. Jatmiko : Seharusnya orang kota berterimakasih sama kita. Nasi tidak ujug-ujug jadi … Lanjutkan membaca Tikus Zaman Now

Tetes 93 : Doktrin Fatamorgana Teroris

oleh : Em Amir Nihat Doktrin teroris dengan menjadi pengantin surga lewat bom bunuh diri hakikatnya salah kaprah akut. Bunuh diri adalah dosa. Agama Islam melarang umatnya bunuh diri. Lalu mengapa mereka melakukan bunuh diri? Karena mereka tidak membaca Alqur'an dengan benar. Mereka hanya mengambil fatwa ulama palsu mereka saja. Jihad itu macam-macam. Yang paling … Lanjutkan membaca Tetes 93 : Doktrin Fatamorgana Teroris